Sore itu, suasana di sebuah rumah di Desa Losari, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, mendadak berubah panik. Teriakan minta tolong memecah ketenangan warga sekitar, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang balita, RAP (3,5), tiba-tiba tak sadarkan diri setelah tersedak makanan jenis jelly.
Warga yang mendengar teriakan itu segera berdatangan. Di tengah kepanikan, keluarga berusaha memberikan pertolongan pertama. Namun tubuh kecil RAP tak menunjukkan respons.
“Korban sudah dalam kondisi tidak sadar saat warga datang. Upaya pertolongan sempat dilakukan, tetapi tidak ada respons,” kata Kapolsek Rembang Iptu Warsono, Rabu (15/4/2026).
Harapan belum sepenuhnya padam. Warga bersama perangkat desa bergegas membawa RAP ke Puskesmas Rembang. Sayangnya, takdir berkata lain. Balita yang lahir pada 2022 itu dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan medis menunjukkan tidak adanya denyut nadi dan aktivitas jantung.
Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda kekerasan. Dugaan kuat, jalan napas korban tersumbat saat mengonsumsi jelly makanan yang kerap dianggap sepele, namun bisa berbahaya bagi anak-anak.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Duka menyelimuti rumah sederhana itu, kepergian yang begitu cepat, meninggalkan kesedihan mendalam bagi orang-orang terdekatnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat yang menyakitkan: di balik hal-hal kecil yang tampak aman, tersimpan risiko yang tak boleh diabaikan. Anak-anak, terutama balita, masih rentan terhadap makanan dengan tekstur licin dan mudah menyumbat tenggorokan seperti jelly, permen kenyal, atau potongan makanan tertentu.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



