Kerusakan parah yang dialami gedung SDN 1 Sambirata akibat amukan angin puting beliung pada Minggu (22/02/2026) berimbas pada dihentikannya aktivitas belajar tatap muka. Untuk sementara, para siswa di Kecamatan Cilongok tersebut harus mengikuti proses pembelajaran secara daring.
Keputusan pengalihan metode belajar ini diambil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas demi keselamatan siswa, mengingat kondisi infrastruktur sekolah yang sudah tidak layak pakai dan membahayakan.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Taryono, menyatakan bahwa langkah ini merupakan solusi agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi di tengah masa darurat.

“Untuk sementara kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring selama satu minggu,” kata Taryono.
Langkah ini juga memberikan ruang bagi pihak berwenang untuk melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh serta merencanakan perbaikan fisik bangunan.
Senada dengan itu, Kepala BPBD Banyumas, Dwi Irawan, memberikan rekomendasi pengosongan area sekolah karena risiko runtuhnya sisa-sisa bangunan.
“Saya sarankan daring karena hampir semua atap SD rusak dan ruang kelas tidak bisa dipergunakan,” ungkapnya.
Bencana yang terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 14.30 WIB tersebut berlangsung sangat cepat. Penjaga sekolah, Slamet, menjadi saksi mata saat angin kencang menghantam bangunan sekolah ketika ia sedang bersiap menyambut hari pertama masuk sekolah usai liburan.

“Dalam kondisi hujan deras, tiba-tiba muncul angin puting beliung yang mengarah langsung ke sekolah,” kata Slamet.
Kepala Sekolah SDN 1 Sambirata, Heri Wijiarto, memaparkan bahwa kerusakan bersifat masif dan hampir merata di semua lini fasilitas sekolah.
“Kerusakan terjadi disejumlah ruang kelas, dapur, perpustakaan, dan fasilitas sekolah,” katanya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




