Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Damai Kritik Isu Pendidikan hingga Pajak

Besari
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati pada Senin, 23 Februari 2026. (Besari)

Memperingati Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455, sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati pada Senin, 23 Februari 2026. Massa menyoroti sejumlah isu krusial mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dinilai membebani warga.

Perwakilan BEM Unsoed, Pamungkas Handika, menyatakan bahwa momentum HUT ini harus menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas atas berbagai persoalan yang belum terselesaikan.

“Sebenarnya untuk aksi ini kita memang sebagai peringatan HUT Banyumas, dimana kita tentunya mengangkat isu-isu yang sangat populis untuk masyarakat Banyumas sementara ini adalah isu pendidikan, isu lingkungan, agraria dan juga mungkin, lain hak asasi manusia,” kata dia.

Pamungkas secara khusus menyoroti angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menembus angka 13 ribu jiwa serta isu lingkungan terkait Taman Nasional Gunung Slamet. “Masih ada 13 ribu lebih ATS. Kemudian, untuk lingkungan sendiri tentunya ada isu mengenai Taman Nasional Gunung Slamet,” kata dia.

Baca juga  Konflik Pemdes Klapagading Kulon Merugikan Warga, Ribuan Penerima Gagal Dapat Bansos

Selain masalah pengangguran dan minimnya lapangan kerja, aliansi ini juga menyuarakan keresahan warga terkait kenaikan beban pajak. “Banyak yang mengeluhkan pajak naik yang ada di Jawa Tengah, dan yang sangat terasa adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),” ujarnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!