Update Persak Kebumen: Pelatih Kiper dan 4 Pemain Tinggalkan Skuad Laskar Joko Sangkrip

Djamal SG
Pemain Persak Kebumen (hijau) lawan pemain Persikama (kunig) di putaran pertama yang berakhir imbang di Liga 4 Jateng. Persak akan bermain di Liga 4 Nasional. (Instagram Persak)

Persak Kebumen akan menjalani Liga 4 Nasional usai Lebaran nanti. Dalam rangka menuju ajang tersebut, Persak berpisah dengan pelatih kiper dan empat pemain. Hal itu diketahui dari Instagram Persak.

Mereka yang tidak lagi di Persak adalah pelatih kiper Ali Murtono, empat pemain. Empat pemain yakni Aditya Nurrohman, Rizky Hermansyah, Barnabia Restu Zola, Abelaziz Anas.

Pernyataan Persak

Adapun pernyataan Persak di Instagramya adalah sebagai berikut:

Setiap perjalanan memiliki fasenya masing-masing.
Hari ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setulus-tulusnya kepada para punggawa yang telah menjadi bagian dari perjuangan Persak Kebumen.

Dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang telah diberikan akan selalu menjadi bagian dari cerita dan proses bertumbuhnya tim ini.

Sepak bola bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang perjalanan, pembelajaran, dan kedewasaan di setiap langkahnya.

Semoga langkah ke depan semakin kuat, semakin matang, dan membawa keberhasilan di setiap jalan yang kalian pilih.

Matursembahnuwun Coach @costacurta_ali , Our Beloved Local Player @aathallahn @nurfaizalakbar_ @anjanalubiss @dwjndra dan @abellanas_ @aaditt_16 @b.r.zola @aditya_kecoll @rizkyhs3 sudah menjadi bagian dari Persak Kebumen

Persak Kebumen ke Liga 4 Nasional

Seperti diketahui Persak berhak ke Liga 4 Nasional setelah menjadi runner up di Liga 4 Jateng. Di final, Persak kalah adu penalti dari Persibangga Purbalingga.

Baca juga  Dana Desa Rawan Disalahgunakan, Ahmad Luthfi Perluas Rumah Restorative Justice

Sekalipun tidak juara, capaian ini mendapatkan banyak apresiasi. Sebab, memang awalnya target tim berjuluk Laskar Joko Sangkrip itu adalah hanya sampai ke semifinal.

Selain itu, capaian ini luar biasa karena di awal musim Persak kelimpungan. Mereka hanya mendapatkan satu poin dari dua laga awal di fase grup. Tapi Persak terus bangkit dan akhirnya bisa sampai ke final.