MOMENTUM Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan tarawih keliling (tarling). Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menegaskan bahwa tarling bukan sekadar ibadah bersama, tetapi wujud pimpinan daerah “sowan” kepada masyarakat sebagai pemilik kedaulatan.
Tarling Jadi Ruang Silaturahmi dan Sinergi Pembangunan
Kegiatan tarling yang digelar di Masjid Jami Al-Munawaroh, Dusun Binangun, Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Selasa (24/2/2026), berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wakhid Jumali menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat. Menurutnya, partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Banjarnegara.
“Tarawih keliling ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi bentuk sowan pimpinan daerah kepada masyarakat untuk memohon dukungan, doa, keikhlasan, dan partisipasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa cawe-cawe masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Melalui momentum Ramadan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiah dan membangun sinergi dari tingkat kabupaten hingga desa.
Doorprize hingga Pesan Konservasi Lingkungan
Dalam suasana penuh keakraban, Wakhid yang akrab disapa Gus Wakhid juga membagikan doorprize kepada warga yang mampu menjawab pertanyaan. Interaksi tersebut disambut antusias jamaah yang hadir.
Tak hanya itu, ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, konservasi alam merupakan tanggung jawab bersama agar Banjarnegara tetap lestari dan nyaman bagi generasi mendatang.
Gaungkan Dawet Ayu, Banjarnegara Siap Pecahkan Rekor MURI
Pada kesempatan tersebut, Wakhid sekaligus mempromosikan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara. Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah pemecahan rekor MURI minum dawet ayu sebanyak 45.500 gelas, serta kegiatan khitanan massal.
Menurutnya, dawet ayu merupakan identitas khas Banjarnegara yang harus terus digaungkan hingga tingkat nasional.
“Dawet Ayu itu milik Banjarnegara. Perlu kita gaungkan secara nasional agar semakin viral. Dampaknya, Banjarnegara ikut dikenal luas sehingga semakin banyak orang datang ke sini,” katanya.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong promosi wisata dan menggerakkan ekonomi lokal.
Bantuan Baznas dan Tausiyah Penutup
Dalam kegiatan itu juga diserahkan bantuan dari Baznas dan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara kepada Ketua Takmir Masjid Jami Al-Munawaroh, Edi Raharjo. Acara kemudian ditutup dengan tausiyah singkat oleh Kyai Nasrudin yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial selama Ramadan.
Kegiatan tarling ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat demi Banjarnegara yang lebih maju dan sejahtera.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




