Tuntaskan Sampah di Jateng, Wagub Taj Yasin Genjot Percepatan RDF Bersama Industri

Syarif TM
Tuntaskan Sampah di Jateng, Wagub Taj Yasin Genjot Percepatan RDF Bersama Industri. (dok. Pemprov Jateng)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mempercepat langkah penanganan sampah dengan mendorong pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai RDF menjadi solusi konkret yang tak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif ramah lingkungan.

RDF Jadi Jawaban Tantangan Sampah dan Energi

Dorongan itu disampaikan Taj Yasin saat menerima audiensi jajaran direksi PT Semen Gresik di Kantor Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang.

Menurutnya, pengelolaan sampah kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat, termasuk Presiden RI, Prabowo Subianto. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor industri harus dipercepat.

“Persoalan ini tidak bisa ditunda. Kita butuh langkah nyata, salah satunya melalui optimalisasi RDF agar sampah punya nilai tambah,” katanya.

RDF sendiri merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan, kemudian hasil olahan ini dimanfaatkan sebagai substitusi bahan bakar fosil di industri, termasuk industri semen.

Baca juga  Relokasi Jadi Harga Mati, Pastikan Korban Tanah Gerak Tegal Dapat Rumah dan Sertifikat

Enam Daerah Siap, Rembang Jadi Proyek Percontohan

Menanggapi dorongan tersebut, Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyerap RDF dari kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan enam daerah, dengan Kabupaten Rembang menjadi wilayah paling progresif sebagai proyek percontohan.

“Secara teknis kami sudah siap. Untuk wilayah Rembang, jika tidak ada kendala, produksi dapat dimulai April 2026 dan ditargetkan masuk pasar awal 2027,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui tantangan utama terletak pada sinkronisasi kesiapan antara industri dan pemerintah daerah, terutama dalam memastikan kualitas hasil olahan sampah sesuai standar kebutuhan industri semen.

Kurangi Emisi, Tekan Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Pemanfaatan RDF bukan sekadar memenuhi target pengelolaan sampah. Bagi industri semen, langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Gatot menegaskan, perusahaan telah melakukan investasi untuk mendukung penggunaan RDF sebagai bahan bakar alternatif di fasilitas produksi mereka.

Baca juga  Banyak Keluhan, Pemkab Banyumas Evaluasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan pelaku industri, percepatan RDF diharapkan menjadi terobosan penting dalam menuntaskan persoalan sampah di Jawa Tengah sekaligus mendukung transisi energi berkelanjutan.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!