Program “Healing” Pastikan Hewan Kurban Sehat Hingga Pelosok Desa

Syarif TM
Program “Healing” terus digenjot untuk memastikan kesehatan hewan kurban hingga ke pelosok desa. (dok. Pemprov Jateng)

MENJELANG Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan layanan kesehatan hewan keliling (healing) guna memastikan seluruh ternak khususnya hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung melakukan pemantauan ternak di sejumlah daerah, termasuk pengawasan hewan kurban. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha.

“Pengecekan kita lakukan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Hari ini kami juga turun langsung untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat,” ujar Luthfi saat meninjau pemeriksaan hewan di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Populasi Ternak Jateng Capai 6,3 Juta Ekor, Pastikan Hewan Kurban Aman

Menurutnya, populasi ternak di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 6,3 juta ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 1,32 juta sapi potong, 23 ribu kerbau, 3,7 juta kambing, serta 1,33 juta domba.

Baca juga  Mitigasi Banjir, Nawal Yasin Ajak Kader PKK Jateng Tanam Pohon di Halaman Rumah

Sementara itu, kebutuhan hewan kurban pada Iduladha 2026 diperkirakan mencapai 593 ribu ekor. Dengan angka yang besar tersebut, pemerintah menaruh perhatian serius terhadap aspek kesehatan ternak.

“Kami tidak ingin saat Iduladha justru muncul kasus penyakit menular. Semua ternak harus dipastikan sehat, khususnya hewan kurban,” katanya.

Layanan Gratis: Vaksinasi hingga USG Hewan Bunting

Program healing merupakan inovasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah untuk melengkapi layanan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang telah tersedia di 35 kabupaten/kota.

Melalui program ini, tenaga medis hewan turun langsung ke kandang milik peternak, termasuk di wilayah terpencil. Berbagai layanan diberikan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, vaksinasi, hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk hewan bunting.

“Dokter hewan datang langsung ke kandang tanpa biaya. Ini penting agar kesehatan ternak terus terpantau,” kata Luthfi.

Kasus PMK Terkendali, Pengawasan Perbatasan Diperketat

Sejak diluncurkan pada Februari 2026, program ini dinilai efektif dalam menekan penyebaran penyakit hewan, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hingga pertengahan April 2026, tercatat hanya 10 kasus PMK di Jawa Tengah dan seluruhnya telah berhasil ditangani.

Baca juga  Tahfidz Kini Diapresiasi, Santri Kendal Terima Bisyarah dari Wagub Jateng

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa program ini juga mengedepankan deteksi dini dan respons cepat terhadap laporan peternak.

Selain itu, pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan juga diperketat untuk mencegah masuknya penyakit dari luar daerah.

“Di perbatasan sudah disiapkan pos lalu lintas ternak untuk memastikan setiap hewan yang masuk dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Peternak Sambut Positif Program Healiing, Rasa Aman Meningkat

Program ini mendapat sambutan positif dari para peternak, termasuk di Kabupaten Banjarnegara. Widodo, salah satu peternak sapi, mengaku terbantu dengan layanan kesehatan hewan keliling tersebut.

“Bayang-bayang PMK masih ada. Dengan layanan ini kami jadi lebih tenang, apalagi menjelang Iduladha,” katanya.

Masyarakat berharap intensifikasi program healing dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus menjamin keamanan hewan kurban bagi masyarakat.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!