Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > 17 Korban Ditemukan, 11 Hilang: Tabur Bunga Jadi Penanda Akhir Operasi SAR Pandanarum
BanjarnegaraJateng

17 Korban Ditemukan, 11 Hilang: Tabur Bunga Jadi Penanda Akhir Operasi SAR Pandanarum

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 26 November 2025 14:27
Syarif TM
Membagikan
tabur bunga
Tim gabungan saat melakukan doa bersama dan tabur bunga sebagai tanda berakhirnya pencarian korban longsor Pandanarum. (dok.Kominfo)
Membagikan

SUASANA haru menyelimuti lokasi bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, pada Selasa (25/11/2025) sore. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama keluarga korban, relawan, dan Tim SAR gabungan menggelar doa bersama disertai prosesi tabur bunga sebagai tanda berakhirnya operasi pencarian korban.

Contents
  • Operasi SAR Ditutup Dengan Tabur Bunga Setelah 10 Hari Pencarian
  • Keluarga Korban Ikhlas Meski Luka Belum Pulih
  • Data Akhir Operasi

Di bawah guyuran hujan, prosesi penghormatan tetap berlangsung khidmat. Para peserta berdiri melingkar di atas hamparan material longsoran, tempat dibama banyak harapan dan kehilangan bersemayam. Rintik hujan, isak pelan, dan lantunan doa membuat suasana semakin menggetarkan.

Doa dan tahlil dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banjarnegara, KH Wakhid Jumali. Dengan suara bergetar ia menyampaikan harapan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya.

Operasi SAR Ditutup Dengan Tabur Bunga Setelah 10 Hari Pencarian

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang hadir langsung dalam prosesi tersebut, menyampaikan bahwa operasi pencarian telah berjalan selama sepuluh hari, terdiri dari tujuh hari masa pencarian awal dan tiga hari masa perpanjangan.

Baca juga  Di Tengah Gempuran Tekhnologi, Gen Z di Semarang Pilih Wayang di Saat Anak Lain Sibuk Gawai

“Kami sudah berupaya maksimal bersama tim gabungan. Kami juga telah berdialog dengan keluarga korban, dan mereka sudah mengikhlaskan. Dengan pertimbangan teknis dan kondisi lapangan, operasi harus ditutup hari ini,” ujar Amalia.

Sejak awal operasi, medan berat, curah hujan tinggi, serta potensi longsor susulan menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat. Doa bersama dan tabur bunga ini menjadi titik akhir pencarian korban longsor.

Fokus Bergeser ke Pemulihan dan Hunian Baru

Setelah operasi resmi ditutup, pemerintah daerah akan fokus pada tahap pemulihan. Prioritasnya antara lain pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya hancur tertimbun longsor.

“Tujuan kami memastikan para penyintas bisa kembali hidup dengan aman dan layak. Pemulihan akan kami percepat. Doa dan tabur bunga ini menjadi tanda berakhirnya operasi pencarian korban,” katanya.

Keluarga Korban Ikhlas Meski Luka Belum Pulih

Di tengah kepedihan, keikhlasan keluarga korban menjadi titik kekuatan bagi seluruh warga terdampak. Salah satunya dirasakan oleh Ikhsan, warga yang kehilangan dua kerabat.

Baca juga  Dinamika Jelang Liga 4 Jateng: Tiket Sudah Dijual Tapi Salah Logo

“Nenek dan bibi saya belum ditemukan. Tapi kami sekeluarga ikhlas. Yang penting doa kami tidak berhenti,” katanya dengan suara pelan.

Data Akhir Operasi

Hingga operasi ditutup, 17 korban telah ditemukan, sementara 11 orang masih dinyatakan hilang. Prosesi tabur bunga menjadi simbol penghormatan terakhir bagi korban yang belum kembali ke pelukan keluarga.

Langit mendung sore itu seperti ikut berduka. Namun doa yang terpanjat menjadi penguat, bahwa meski pencarian fisik telah berakhir, ingatan dan harapan tidak akan padam.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegaralongsor pandanarumseputar banyumastabur bunga
Artikel Sebelumnya Pembangkit Mrica Direksi Turun Langsung Cek Waduk dan Pembangkit Mrica, Ini Langkah Strategis PLN Indonesia Power
Artikel Selanjutnya Pernikahan Kisah Haru Pernikahan Korban Longsor Pandanarum, Rumah Hancur Ibu Belum Ditemukan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Angin kencang
JatengKebumen

Angin Kencang Bikin Bagian Sebuah Rumah di Buayan Kebumen Roboh

Oleh Djamal SG
jasad
Jateng

Jasad Warga Ditemukan Mengapung di Waduk Wadaslintang Wonosobo

Oleh Djamal SG
Pendaki
Jateng

Pendaki Syafiq Sudah Meninggal Dunia Sejak 15 Hari Sebelum Ditemukan

Oleh Budi Pekerti
Bantuan mahasiswa terdampak banjir
BeritaJatengNasional

Gubernur Jateng Penuhi Janjinya, 162 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera Terima Bantuan

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?