Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Kisah Haru Pernikahan Korban Longsor Pandanarum, Rumah Hancur Ibu Belum Ditemukan
BanjarnegaraBerita

Kisah Haru Pernikahan Korban Longsor Pandanarum, Rumah Hancur Ibu Belum Ditemukan

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 26 November 2025 15:20
Syarif TM
Membagikan
Pernikahan
Kedua mempelai yang merupakan korban longsor Pandanarum saat melangsungkan pernikahan. (dok.andrias)
Membagikan

KEBAHAGIAAN dan kesedihan berpadu menjadi satu dalam pernikahan pasangan pengantin Nur Hidayat dan Yessi Ananda, Selasa (25/11/2025). Di tengah tenda pengungsian, duka kehilangan rumah yang tertimbun longsor dan keluarga, kedua pasangan ini tetap melangsungkan pernikahan.

Contents
  • Rencana Pernikahan Dimajukan karena Musibah
  • Usai Akad, Tabur Bunga untuk Ibu yang Hilang
  • Cinta Bertahan Meski Bencana Menguji

Kedua mempelai merupakan korban tanah longsor Dusun Situkung, Pandanarum, pasangan ini tetap melangsungkan akad nikah, meski keduanya masih harus tinggal di pengungsian.

Prosesi ijab kabul berlangsung di masjid desa, satu-satunya tempat yang dinilai aman setelah bencana longsor besar meluluhlantakkan permukiman warga pada 16 November lalu. Keduanya kini tinggal di lokasi pengungsian setelah rumah mereka hancur tak tersisa.

Bagi Yessi, hari akad yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan justru penuh tangis dan kehilangan. Ibunya, Marsiah (41), masih dinyatakan hilang dalam bencana tersebut hingga operasi pencarian resmi ditutup.

Saat memasuki masjid, Yessi tak kuasa menahan air mata. Langkahnya pelan, wajahnya tertunduk, sementara beberapa kerabat mencoba memberikan kekuatan.

Baca juga  Wabup: Jadikan Jambore Sebagai Proses Pembinaan Karakter

“Sedih menikah dalam kondisi seperti ini. Tapi apa boleh buat, musibah tidak bisa ditebak,” kata Nur Hidayat mempelai pria usai akad.

Rencana Pernikahan Dimajukan karena Musibah

Sebelum bencana terjadi, pasangan ini telah merencanakan pernikahan pada 4 Desember 2025. Namun bencana tanah gerak dan longsor besar memaksa segalanya berubah. Keluarga sepakat memajukan akad nikah agar momen sakral tetap terlaksana meski dalam kesederhanaan.

Penghulu dari KUA Pandanarum, Mutolib, mengatakan, seluruh administrasi telah selesai sejak jauh hari, pernikahan ini sendiri sedianya dijadwalkan pada 4 Desember mendatang. Melihat kondisi keluarga pengantin yang ikut menjadi korban, pihaknya mempercepat proses layanan.

“Keluarga meminta dipercepat. Kami membantu semaksimal mungkin dan melayani sesuai tugas kami,” katanya.

Wali nikah, Sudarto, yang juga bagian dari keluarga korban, memberikan mandat langsung sebelum akad berlangsung. Pengantin pria menyerahkan mahar berupa seperangkat alat salat, simbol doa dan harapan agar rumah tangga mereka tetap kokoh meski baru dimulai di tengah ujian.

Begitu saksi mengucapkan kalimat “sah”, suasana masjid pecah oleh tangis haru. Tidak hanya keluarga, tetapi warga yang hadir pun ikut hanyut dalam emosi yang sulit dibendung.

Baca juga  Besok, Laga Amal Persibara vs PSBS Biak Digelar di SSK, Berikut Harga Tiket dan Rangkaian Acaranya

Usai Akad, Tabur Bunga untuk Ibu yang Hilang

Setelah prosesi selesai, Nur Hidayat menggandeng istrinya menuju lokasi bekas rumah Yessi yang kini tertimbun material longsoran tebing setinggi hampir 100 meter. Di sana, pasangan itu menabur bunga, sebuah simbol perpisahan dan doa.

Yessi terlihat memeluk erat bunga sebelum menghampiri lokasi bencana. Ia menutup mata, memanjatkan doa agar ibunya ditemukan atau setidaknya mendapatkan tempat terbaik.

“Saya hanya ingin ibu tahu, saya sudah menikah. Semoga Allah menjaga beliau,” katanya.

Cinta Bertahan Meski Bencana Menguji

Bagi warga Situkung, pernikahan ini bukan sekadar acara keluarga, melainkan pengingat bahwa kehidupan harus terus berjalan. Di tengah luka yang belum sembuh, pasangan ini menjadi simbol ketabahan.

Longsor Pandanarum bukan hanya merenggut rumah-rumah, tetapi juga keluarga, keamanan, dan masa depan banyak warga. Namun prosesi akad ini menunjukkan bahwa harapan tidak ikut terkubur bersama tanah yang bergerak.

Hari itu, pelukan diberikan bukan hanya untuk ucapan selamat, tetapi juga sebagai bentuk kekuatan untuk menerima realitas.

Baca juga  Banjarnegara Siap Kirimkan Anggota Terbaik di Raimuna Daerah

Di tengah puing-puing dan tenda darurat, satu hal tetap berdiri teguh: komitmen untuk melanjutkan hidup.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegarakorban longsorlongsor pandanarumpernikahan
Artikel Sebelumnya tabur bunga 17 Korban Ditemukan, 11 Hilang: Tabur Bunga Jadi Penanda Akhir Operasi SAR Pandanarum
Artikel Selanjutnya Literasi Statistik BPS Banjarnegara Gandeng Media untuk Tingkatkan Literasi Statistik Publik
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Cartoon Village Direja
BeritaPurbalingga

Cartoon Village Direja, Desa Kartun Pertama Indonesia Yang Jadi Magnet Wisata Baru di Purbalingga

Oleh Budi Pekerti
Kampung konveksi
BanjarnegaraEkonomi

Tahukah Kamu, Kaos di Tanah Abang Ternyata Diproduksi dari Kampung Konveksi di Banjarnegara

Oleh Syarif TM
Longsor Pandanarum
Banjarnegara

BPBD Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Longsor Pandanarum Tetap Terpenuhi

Oleh Syarif TM
Juragan UMKM
Banjarnegara

Dorong Digitalisasi dan Branding Produk Lokal, Bupati Amalia Buka Juragan UMKM

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?