JUMLAH pengungsi akibat adanya pergerakan tanah yang menyebabkan longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum terus bertambah, saat ini jumlah pengungsi akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) mencapai 671 orang.
Tak hanya itu, akibat pergerakan tanah ini juga menyebabkan sedikitnya 30 rumah milik warga yang berada di RT 1, 2, 3, dan 4 RW 3 mengalami rusak berat, bahkan tidak sedikit yang rumahnya tertimbun material longsoran.
Selain 671 warga yang sudah mengungsi, tim gabungan juga masih melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga yang masih terjebak di hutan, pasalnya saat kejadian, masyarakat setempat banyak yang sedang beraktivitas di ladang.
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menegaskan bahwa penanganan bencana difokuskan pada keselamatan warga. Dia juga ingin memastikan seluruh tim bergerak cepat mengevakuasi masyarakat.
“Saat ini yang utama adalah penyelamatan korban. Masih ada beberapa warga yang terjebak di hutan dan sedang kita evakuasi,” ujar Bupati Amalia.
671 Warga Mengungsi di Tiga Lokasi
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, jumlah pengungsi mencapai 671 jiwa. Mereka tersebar di tiga titik pengungsian. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih berlangsung.
“Data sementara menunjukkan 660 sampai 671 jiwa mengungsi. Mereka tersebar di tiga titik, dan jumlahnya terus bertambah,” jelasnya.
30 Rumah Rusak Akibat Longsor
Longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, turut merusak rumah warga di RT 1, 2, 3, dan 4 RW 3. Setidaknya 30 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat maupun ringan. Bahkan, ada rumah yang sudah tertimbun material.
Selain kerusakan rumah, tim gabungan juga masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami luka-luka serta mencari dua warga yang dilaporkan terjebak saat longsor terjadi.
“Rumah yang terdampak sementara ada 30 unit. Untuk korban luka masih dalam pendataan, dan informasi mengenai dua warga yang terjebak sedang ditindaklanjuti tim di lapangan,” katanya.
Penanganan Darurat Terus Diperkuat
Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat terus dikerahkan untuk membuka akses yang tertutup material longsoran, mengevakuasi warga, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi tanah di wilayah tersebut masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





