Angin puting beliung Terjang Wanareja! 21 Rumah Rusak, 1 Warga Terluka. Angin puting beliung melanda wilayah Dusun Mangunjaya, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, pada Minggu sore (16/11/2025).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menyebabkan 21 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan.

Angin Puting Beliung Dipicu Hujan Deras
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang yang tiba-tiba menerjang pemukiman warga.
Menurut laporan awal, sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang mengalami lepas genting dan kerusakan rangka bangunan. Selain merusak hunian warga, dampak angin kencang juga menyebabkan infrastruktur desa terdampak, termasuk kerusakan pada jalan dan wilayah perkebunan.
“Terdapat satu warga usia 50 tahun, mengalami luka ringan saat kejadian dan sudah mendapatkan penanganan,” ujar Budi, Senin (17/11).
Selain kerusakan fisik, pasokan listrik di Dusun Mangunjaya terputus sehingga aktivitas warga sempat terganggu.

Respons Cepat Pemerintah dan Relawan Dampak Angin Puting Beliung
Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD bersama unsur pemerintah desa hingga relawan langsung menuju lokasi untuk melakukan pendataan. Koordinasi bersama instansi terkait juga dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
“Tindakan yang kami lakukan meliputi pengecekan lokasi bersama perangkat desa, ketua RT/RW, dan PMI setempat untuk memastikan kondisi warga dan tingkat kerusakan,” jelasnya.
Sementara itu, nilai kerugian materiel masih dalam proses perhitungan lebih lanjut.

Kondisi di Lapangan
Hingga saat ini masyarakat dan perangkat desa masih melakukan pembersihan area terdampak. Seluruh pihak diharapkan tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
BPBD Cilacap mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya pada musim penghujan yang rawan terjadi bencana angin kencang maupun pohon tumbang.
“Kami mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca ekstrem agar risiko korban jiwa dapat ditekan,” tambah Budi.





