DAMPAK dari terjadinya longsor Pandanarum pada Minggu (16/11/2025) terus meluas, bahkan saat ini tercatat 823 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman, tak hanya itu, dampak dari terjadinya longsor ini juga merusak sedikitnya 30 rumah warga.
Tak hanya itu, bencana tanah longsor ini menyebabkan 2 orang meninggal dunia, dan 27 warga diduga hilang, termasuk 34 warga yang masih terjebak di dalam hutan.
Bupati Tetapkan Tanggap Darurat Longsor Pandanarum
Sebagai tindak lanjut adanya longsor Pandanarum, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan darurat warga terdampak.
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengatakan keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi bersama Forkopimda terkait penanganan longsor Pandanarum di Kantor Kecamatan Pandanarum pada Minggu malam.
“Kami sudah melakukan rapat dengan Forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat bencana untuk longsor Pandanarum ini. Masa tanggap bencana berlaku selama 14 hari,” katanya.
823 Jiwa Mengungsi, Angka Diperkirakan Bertambah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mencatat jumlah pengungsi terus meningkat. Per Senin (17/11/2025) pukul 09.45 WIB, terdapat 823 jiwa yang mengungsi ke beberapa titik aman.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Raib Sekhudin, menyampaikan bahwa tim gabungan masih bekerja maksimal untuk evakuasi warga dan pemenuhan kebutuhan darurat.
“Jumlah pengungsi sudah mencapai 823 jiwa. Kami terus melakukan penanganan dampak dari longsor Pandanarum ini, mulai dari evakuasi, pendataan, hingga pemenuhan kebutuhan darurat,” katanya.
BPBD juga mendirikan dapur umum, menyediakan pelayanan kesehatan, dan mengevakuasi korban yang membutuhkan perawatan medis lanjutan ke puskesmas maupun rumah sakit.
Tanah Masih Bergerak, Pengungsi Berpotensi Bertambah
Raib menambahkan, kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil dan terus bergerak, sehingga jumlah pengungsi diperkirakan akan bertambah.
“Kami terus menata upaya penanganan. Tanah di lokasi masih bergerak sehingga pengungsi kemungkinan bertambah,” ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD mencatat 30 rumah warga terdampak longsor. Pendataan lanjutan masih dilakukan karena banyak area yang belum bisa dijangkau akibat akses tertutup material longsoran.
2 Korban Meninggal, 27 Diduga Hilang, 34 Terjebak di Hutan
Selain kerusakan rumah dan bertambahnya pengungsi, tim SAR gabungan juga menemukan dua korban tertimbun longsor. Satu korban ditemukan meninggal di lokasi akibat tertimbun longsor, sementara satu korban lainnya sempat berhasil dievakuasi hidup, namun meninggal dunia saat mendapat perawatan di rumah sakit.
Situasi di lapangan masih dinamis. BPBD melaporkan 27 warga diduga hilang dan 34 orang masih terjebak di hutan sekitar lokasi longsor. Upaya pencarian terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





