DPR RI dan Menteri ATR/BPN Apresiasi Kepemimpinan Ahmad Luthfi–Gus Yasin di Jawa Tengah

Syarif TM
Kinerja Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin mendapat apresiasi DPR RI dan Menteri ATR/BPN. Dinilai menunjukkan peningkatan kinerja dan fokus pada kesejahteraan masyarakat. (dok. Pempriv)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mendapat apresiasi Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. Dalam hal ini, terobosan kinerja pemerintah dibawah komando gubernur dan wakil gubernur menunjukkan tren yang semakin positif.

Penilaian tersebut disampaikan dalam acara Safari Ramadan dan buka puasa bersama yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan itu juga dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

DPR RI Nilai Kinerja Pemprov Jateng Terus Meningkat

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan bahwa penilaian terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak dilakukan secara subjektif. Evaluasi tersebut didasarkan pada sejumlah indikator resmi, termasuk hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penilaian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Baca juga  Kemenhub Siapkan 841 Kapal Angkut Penumpang Mudik Lebaran 2026

Menurutnya, berdasarkan data tersebut, kinerja pemerintahan di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

“Kami melihat berdasarkan data, baik dari audit BPK maupun evaluasi dari Kementerian PAN-RB, kinerja Pemprov Jawa Tengah semakin meningkat. Kami mengapresiasi kepemimpinan Pak Luthfi dan Gus Yasin,” ujar Rifqinizamy.

Ia juga menilai kegiatan Safari Ramadan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan kerja sama yang solid, berbagai persoalan pembangunan diyakini dapat diselesaikan secara lebih efektif.

“Kalau semua sudah kompak dan guyub, berbagai persoalan tentu bisa kita selesaikan bersama,” katanya.

Pemimpin Daerah Dituntut Kreatif di Tengah Penyesuaian Anggaran

Rifqinizamy menambahkan, para kepala daerah saat ini dituntut mampu menghadirkan inovasi dan cara berpikir kreatif dalam menjalankan pemerintahan.

Hal ini terutama penting di tengah kebijakan refocusing anggaran, termasuk penyesuaian dana transfer ke daerah (TKD) yang diarahkan untuk mendukung berbagai program nasional.

Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan setiap program berjalan secara efektif dan efisien, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Baca juga  Angin Kencang Bikin Bagian Sebuah Rumah di Buayan Kebumen Roboh

“Pada akhirnya Jawa Tengah harus mampu menunjukkan diferensiasi sekaligus kemandirian dalam pembangunan,” katanya.

Menteri ATR/BPN: Pemimpin Harus Mampu Sejahterakan Rakyat

Apresiasi serupa juga disampaikan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang hadir sebagai penceramah dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut.

Menurut Nusron, seorang pemimpin daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Ia menilai kepemimpinan Ahmad Luthfi di Jawa Tengah merupakan contoh pemimpin yang berupaya mewujudkan hal tersebut.

“Pemimpin daerah harus mampu membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Pak Luthfi menjadi salah satu contoh pemimpin yang berupaya ke arah itu di Jawa Tengah,” ujarnya.

Jawa Tengah Jadi Magnet Perhatian Pemerintah Pusat

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa provinsinya saat ini menjadi salah satu daerah yang banyak mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh komisi di DPR RI telah melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan masukan terkait pembangunan daerah.

“Terima kasih atas kunjungan Komisi II DPR RI beserta mitra kerjanya, termasuk Menteri ATR/BPN. Semua masukan akan kami terjemahkan dalam program pembangunan di 35 kabupaten dan kota,” kata Luthfi.

Baca juga  Sumanto: Cukup Sepuluh Betina dan Satu Jantan untu Beternak Ayam Kampung

Fokus Revitalisasi Lahan Pertanian untuk Ketahanan Pangan

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga memaparkan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yaitu revitalisasi lahan pertanian. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Menurutnya, program tersebut dijalankan dengan dukungan dari Kementerian ATR/BPN serta Kantor Wilayah ATR/BPN Jawa Tengah. Ia bahkan meminta seluruh bupati di Jawa Tengah untuk mempercepat koordinasi dengan jajaran Kementerian ATR/BPN agar proses penataan lahan pertanian dapat segera diselesaikan.

“Saya minta seluruh bupati berkoordinasi dengan Dirjen ATR/BPN agar LSD dan revitalisasi lahan pertanian bisa segera rampung sehingga luas baku tanah di Jawa Tengah terpenuhi,” latanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.