Kelelahan Saat Mudik Bisa Berbahaya, Perhatikan 10 Tips Kesehatan Ini

Heri C
Liflet tips mudik sehat (Foto: DKK Banjarnegara)

Perjalanan panjang saat mudik Lebaran berisiko memicu kelelahan hingga gangguan kesehatan. Karena itu, pemudik diimbau mempersiapkan kondisi tubuh sebelum berangkat agar perjalanan menuju kampung halaman tetap aman dan nyaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Purwaningtyas, mengatakan tradisi mudik setiap Lebaran selalu diikuti lonjakan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam bahkan hingga belasan jam membuat kondisi fisik pemudik rentan menurun jika tidak dipersiapkan dengan baik.

“Berdasarkan kebiasaan masyarakat Indonesia, saat periode mudik jutaan orang melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Tingginya mobilitas ini membuat risiko kelelahan, dehidrasi, hingga kecelakaan meningkat jika faktor kesehatan diabaikan,” kata Latifa, Rabu (11/3/2026).

Ia menuturkan, kondisi tubuh yang tidak prima dapat memperburuk keadaan selama perjalanan jauh. Karena itu masyarakat diminta memperhatikan kesehatan sebelum berangkat maupun selama perjalanan berlangsung.

Menurut dia, salah satu hal yang sering diabaikan pemudik adalah waktu istirahat saat berkendara. Padahal, kelelahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas.

Baca juga  4 Pelabuhan Libur Beroperasi Beberapa Hari di Masa Mudik

“Pengemudi sebaiknya berhenti dan beristirahat setiap dua sampai empat jam perjalanan agar tubuh tetap segar dan konsentrasi terjaga,” ujarnya.

Selain itu, pemudik juga perlu memastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum berangkat. Jika sedang demam, flu berat, atau mengalami kelelahan, sebaiknya menunda perjalanan atau memeriksakan diri terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan.

Latifa menambahkan, pemudik juga disarankan tidur cukup sebelum berangkat. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Idealnya pengemudi tidur minimal enam hingga delapan jam sebelum memulai perjalanan.

Selama perjalanan, pemudik juga dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kebutuhan cairan orang dewasa rata-rata sekitar dua liter per hari. Kekurangan cairan dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga menurunkan konsentrasi saat berkendara.

Pemudik juga disarankan membawa obat-obatan pribadi seperti obat sakit kepala, obat masuk angin, obat lambung, maupun vitamin. Bagi penderita penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau asma, obat rutin wajib dibawa agar kondisi kesehatan tetap terkontrol selama perjalanan.

Selain itu, pemudik perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama perjalanan. Pilih makanan yang bersih dan matang dengan baik, serta hindari makanan terlalu pedas atau berminyak yang berisiko memicu gangguan pencernaan.

Baca juga  Mengenal Kampung Ilmu Serayu Network Mitra Binaan PT Indonesia Power UBP Mrica

Pemerintah juga biasanya menyediakan pos kesehatan di sejumlah titik jalur mudik. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan pemudik untuk memeriksa kondisi kesehatan, beristirahat, maupun mendapatkan pertolongan medis jika mengalami keluhan.

Langkah sederhana lain yang tak kalah penting adalah mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh benda di tempat umum, menggunakan masker jika sedang sakit, serta selalu memakai sabuk pengaman selama perjalanan.

“Dengan persiapan yang baik, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman sehingga pemudik bisa sampai di kampung halaman dalam kondisi sehat,” kata Latifa.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!