Ramadan Berlalu, Semangat Tak Luntur: Warga Binaan Rutan Banjarnegara Tetap Rajin Mengaji

Syarif TM
Semangat ibadah Ramadan di Rutan Banjarnegara terus berlanjut. Warga binaan rutin mengaji, salat berjemaah, dan ikuti pembinaan spiritual. (dok. Rutan Banjarnegara)

BERAKHIRNYA bulan suci Ramadan tidak menghentikan semangat ibadah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara. Justru, kebiasaan positif yang terbentuk selama Ramadan terus dijaga sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian.

Berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin, tadarus Al-Qur’an, hingga salat berjemaah masih konsisten dilaksanakan. Aktivitas ini menjadi bukti bahwa pembinaan spiritual selama Ramadan bagi warga binaan Rutan Banjarnegara memberikan dampak berkelanjutan bagi warga binaan.

Pembinaan Spiritual Berjalan Konsisten

Dengan pendampingan petugas rutan, seluruh kegiatan berlangsung tertib dan terjadwal. Tidak hanya meningkatkan keimanan, aktivitas tersebut juga membentuk kedisiplinan serta mempererat kebersamaan antar warga.

Program pembinaan berbasis keagamaan ini menjadi salah satu fokus utama dalam membentuk karakter agar lebih siap menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kepala Rutan: Ramadan Jadi Titik Awal Perubahan

Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa keberlanjutan kebiasaan baik pasca Ramadan menjadi indikator keberhasilan pembinaan di dalam rutan.

Baca juga  Keren! Rutan Banjarnegara Bakal Jadi Sentra Kerajinan Bambu, Warga Binaan Siap Berdaya

“Ramadan menjadi titik awal pembentukan kebiasaan positif. Kami berharap semangat ini terus dijaga agar WBP mampu membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan akan terus diperkuat guna membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.

Warga Binaan Rasakan Dampak Positif

Salah satu warga binaan berinisial A.H mengaku merasakan perubahan signifikan setelah menjalani rutinitas ibadah selama Ramadan.

“Selama Ramadan kami terbiasa mengaji, salat berjemaah, dan ikut pengajian. Setelah Ramadan selesai, kami ingin terus melanjutkannya karena hati terasa lebih tenang dan pikiran lebih fokus,” katanya.

Diharapkan Jadi Pola Hidup Berkelanjutan

Keberlanjutan kebiasaan baik ini diharapkan tidak hanya bersifat musiman, tetapi mampu tertanam sebagai pola hidup baru bagi WBP. Dengan demikian, mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih terarah dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Upaya pembinaan yang konsisten ini menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan nyata, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan di masa mendatang.

Baca juga  Gebyar Pajak Daerah, Upaya Pemkab Banjarnegara Tingkatkan Kesadaran dan Kepatuhan WP

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!