Sekda Jateng Minta Petugas Haji 2026 Jangan Fokus Ibadah Pribadi, Utamakan Layanan Jemaah Haji

Nestya Zahra
Sekda Jateng mengingatkan agar petugas haji harus lebih mengutamakan pelayanan jemaah haji dibanding ibadah pribadi. (dok. Pemprov)

PARA Petugas pendamping jemaah haji asal Jawa Tengah diminta tidak mengutamakan kepentingan ibadah pribadi selama menjalankan tugas. Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat memberikan pembekalan di Asrama Haji Donohudan.

Menurutnya, tugas utama petugas haji adalah memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, bukan justru larut dalam ibadah pribadi.

“Petugas haji jangan mengesampingkan amanah tersebut demi kepentingan ibadah pribadi,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, masih terdapat keluhan dari jemaah haji terkait kurang optimalnya pelayanan petugas. Beberapa di antaranya dinilai lebih fokus menjalankan ibadah sendiri sehingga mengabaikan tanggung jawab utama.

“Keluhan jemaah haji sebelumnya, petugas kurang amanah sehingga pelayanan tidak maksimal. Momentum ini menjadi pengingat agar hal tersebut tidak terulang,” ujarnya.

Ibadah Pribadi Disebut Hanya Bonus

Sumarno menegaskan, kesempatan menunaikan ibadah haji bagi petugas seharusnya dipandang sebagai nilai tambah, bukan tujuan utama keberangkatan.

Baca juga  Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122 Jemaah, Wagub Taj Yasin Tekankan Peningkatan Layanan

Ia mengingatkan, jika prioritas tersebut terbalik, maka tugas pelayanan tidak akan berjalan dengan baik.

“Kalau dibalik, amanahnya tidak jalan. Insyaallah tidak akan mendapatkan nilai apa-apa. Pegang dua hal utama, yaitu ikhlas dan amanah,” katanya.

Integrasi Petugas Jadi Kunci Pelayanan

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya integrasi antarpetugas sejak sebelum jemaah masuk asrama.

Menurutnya, Pendamping Haji Daerah (PHD) merupakan representasi kehadiran negara dalam memberikan pelayanan, pembinaan, serta perlindungan kepada jemaah.

“Kami ingin petugas kloter dan daerah sudah terintegrasi sejak awal. Kolaborasi ini penting agar perlindungan jemaah bisa maksimal,” jelasnya.

Diketahui, sebanyak 180 PHD mengikuti pembekalan, terdiri dari 86 petugas layanan kesehatan dan 94 petugas layanan umum. Mereka dijadwalkan mulai bertugas mendampingi Kloter 1 yang masuk Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.

Fokus Layanan untuk Jemaah Haji Lansia dan Berisiko Tinggi

Petugas Haji Daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, memastikan kesiapan timnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.

Baca juga  Perkuat Layanan Posyandu dan PAUD, Ning Nawal Gandeng Fakultas Psikologi Undip

Ia menyebut, berbagai potensi kendala telah diantisipasi sejak awal agar tidak ada jemaah haji yang terabaikan selama proses ibadah.

“Kami sudah mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik teknis maupun mental. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam melayani tamu Allah,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan penyelenggaraan haji tahun ini semakin kompleks, terutama karena mayoritas jemaah merupakan lansia dan kelompok berisiko tinggi.

“Kelompok ini membutuhkan perhatian khusus. Kami memperkuat koordinasi dengan tim kesehatan agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah menambahkan, kerja sama tim menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan berjalan optimal.

Tetap Siap Meski Ada Isu Global

Terkait dinamika situasi di Timur Tengah, Wahid menegaskan bahwa seluruh petugas tetap fokus pada persiapan dan menunggu arahan resmi dari pemerintah.

“Apapun keputusan pemerintah, kami siap menjalankan tugas. Persiapan kami sudah hampir 100 persen,” katanya.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Uji Petik Pengamanan dan Intelijen Perkuat Sistem Keamanan Lapas Karanganyar Nusakambangan