Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Bupati Fahmi Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Budi Pekerti
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dalam halalbihalal di Kecamatan Bobotsari, Rabu (8/4/2026). (Foto :Dinkominfo Purbalingga)

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meminta pemerintah kecamatan, desa dan warga  di lereng Gunung Slamet meningkatkan kewaspadaan. Langkah itu dilakukan menyusul adanya informasi bahwa terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

Halalbihalal di Bobotsari

Pernyataan tersebut disampaikan dalam halalbihalal di Pendopo Kecamatan Bobotsari, Rabu (8/4/2026). Pemerintah di kecamatan Mrebet dan Karangreja diminta meningkatkan kewaspadaan. “Semua pihak juga diminta mematuhi larangan untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah,” ujarnya.

 

Peningkatan Aktivitas

Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapinindriat menyampaikan berdasarkan  laporan Nomor : 631.Lap/GL.03/BGL/2026 dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunungapi Slamet.

Kondisi tersebut memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi. Berdasarkan data pemantauan instrumental Gunung Slamet terkini, aktivitas Gunung Slamet masih tinggi sehingga direkomendasikan untuk dilakukan perubahan/ perluasan jarak rekomendasi.

“Tanggal 4 April 2026 tingkat aktivitas Gunungapi Slamet masih ditetapkan pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/ wisatawan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung api Slamet. Pengamatan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan lebih lanjut,” ujarnya mengutip laporan tersebut.

Baca juga  Targetkan Prestasi di Porprov 2026, KONI Purbalingga Kuatkan Sinergi 

Potensi Ancaman Bahaya

Potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi yang menghasilkan abu dan hujan lumpur serta lontaran material pijar yang melanda di daerah sekitar puncak di dalam radius 3 km. Selain itu juga  hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak. Hujan abu dapat terjadi di sekitar kawah maupun melanda daerah yang ditentukan oleh arah dan kecepatan angin. “Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan maka pendakian ke Gunung  Slamet ditutup sementara mulai Sabtu (4/4/2026),” imbuhnya.