Aktivitas Gunung Dieng Turun ke Level Normal, Wisatawan Masih Dibatasi Jarak Aman di Kawah Sileri dan Timbang

Heri C
Tangkapan layar status Gunung Api Dieng, Minggu (12/4/2026).

Aktivitas vulkanik kompleks Gunung Dieng resmi diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) mulai 9 Februari 2026 pukul 17.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi kegempaan, visual, dan gas berada dalam batas normal.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Bambang mengatakan, dalam laporan khusus Badan Geologi, penurunan status tersebut didasarkan pada evaluasi menyeluruh pasca erupsi freatik di Kawah Sileri pada 18 Desember 2024 dan 6 Januari 2025.

“Sejak peristiwa itu, tidak terdeteksi adanya peningkatan aktivitas susulan yang signifikan,” katanya, Senin (13/4/2026).

Secara visual, tinggi kolom asap di Kawah Sileri terpantau rendah, dominan di bawah 60 meter dari permukaan kawah. Sementara itu, aktivitas gempa vulkanik yang berkaitan dengan pergerakan fluida dari dalam bumi tercatat stabil dengan jumlah rendah.

Penampakan Kawah Sileri, Senin (13/4/2026). (Foto: PVMBG)
Penampakan Kawah Sileri, Senin (13/4/2026). (Foto: PVMBG)

Badan Geologi juga mencatat tekanan di tubuh gunung api relatif rendah, ditunjukkan oleh variasi kecepatan seismik yang dominan positif. Kondisi ini diperkuat dengan stabilnya medium bawah permukaan serta konsentrasi gas beracun seperti CO2 yang masih berada di bawah ambang normal, khususnya di Kawah Timbang dan Sikendang.

Baca juga  ‎5 Persiapan Penting Menyambut Bulan Ramadan, Ini Pesan Gus Mikh dari Banjarnegara

Meski status telah diturunkan, masyarakat dan wisatawan tetap diminta waspada. Pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius 200 meter dari pusat Kawah Sileri serta tidak diperkenankan bermalam di sekitar kawah. Selain itu, akses ke Kawah Timbang juga dibatasi karena potensi gas beracun yang dapat mengalir ke area hilir.

Badan Geologi menegaskan, kawasan kawah lain di kompleks Dieng tetap berpotensi mengalami erupsi freatik secara tiba-tiba. Oleh karena itu, aktivitas di area berisiko tinggi tetap harus dihindari.

Kompleks Dieng yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, dan Batang dikenal sebagai salah satu kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah dengan karakter aktivitas fluktuatif. Penurunan status ini menandai fase stabil, namun tidak menghilangkan potensi bahaya sepenuhnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!