Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Ini Upaya Dinas Kesehatan Banjarnegara dalam Tekan dan Tangani Kasus TBC
Banjarnegara

Ini Upaya Dinas Kesehatan Banjarnegara dalam Tekan dan Tangani Kasus TBC

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 18 Juni 2025 13:50
Syarif TM
Membagikan
img 20250618 wa0002 Ini Upaya Dinas Kesehatan Banjarnegara dalam Tekan dan Tangani Kasus TBC
Dinas Kesehatan Kabupaten saat melakukan launching program Simpatik sebagai satu terobosan untuk penanganan kasus TBC di Banjarnegara. (Dokk Kominfo)
Membagikan
img 20250618 wa0002 Ini Upaya Dinas Kesehatan Banjarnegara dalam Tekan dan Tangani Kasus TBC
Dinas Kesehatan Kabupaten saat melakukan launching program Simpatik sebagai satu terobosan untuk penanganan kasus TBC di Banjarnegara. (Dokk Kominfo)

SEPUTARBANYUMAS.COM – Tuberkulosis atau TBC merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, masalah tersebut masih menjadi momok yang pemberantasanya membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara melakukan berbagai terobosan untuk penanganan kasus tersebut, termasuk melalui program Aksi Meningkatkan Penemuan Kasus TBC dengan Intervensi Kolaboratif (SIMPATIK).

Program ini menjadi penting, mengingat kasus TBC berdasarkan data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara tahun 2024 lalu tercatat sekitar 10.767 suspect ditemukan, dan 1.676 kasus diantaranya terdeteksi positif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banjarnegara Latifa Hesti P mengatakan, jumlah data yang ditemukan dan suspect TBC di Banjarnegara ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan target suspect yang mencapai 13.568 kasus, angka target tersebut diduga berasal dari penularan penderita TBC, untuk itu Dinas Kesehatan terus melakukan pemutusan mata rantai penularan kasus TBC di Banjarnegara.

Menurutnya, penekanan penyebaran kasus tersebut harus dilakukan, Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai upaya untuk menemukan kasus TBC sebagai satu cara untuk melakukan antisipasi penyebaran lebih luas lagi.

Baca juga  Kerja di Jalan Tak Lagi Cemas, BPJS Kesehatan–GoTo Lindungi Mitra Gojek

“Angka penemuan kasus TBC di Banjarnegara masih rendah, bahkan mendasar pada data Januari hingga Mei 2025, baru 5.966 suspect TBC ditemukan dari target penemuan 13.543 kasus suspect,” katanya.

Dari jumlah tersebut, kasus temuan posistif TBC di Banjarnegara maru mencapai 653 kasus, sehingga butuh kerja keras dalam mencari suspect maupun positif, hal ini menjadi penting dalam memutus mata rantai penularan TBC, dan ini menjadi tantangan bagi Dinas Kesehatan.

Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menjadi penyebab TPC ini merupakan bakteri yang menyerang paru-paru sebagai sasaran utama, tapi tidak menutup kemungkinan menyusup ke organ lain seperti tulang, otak, ginjal, bahkan kelenjar getah bening. Penularannya terjadi diam-diam melalui droplet dari batuk atau bersin penderita aktif.

“Biasanya penderita mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, demam sore, keringat malam, nafsu makan hilang, dan berat badan menyusut tanpa sebab. TBC bisa sembuh total asal didiagnosis sejak dini dan diobati teratur. Tapi itu yang paling sulit dalam penanganan ini adalah disiplin minum obat enam bulan tanpa putus,” katanya.

Baca juga  Jalan Amblas hingga 5 Meter di Pagentan, Warga dan Relawan Bangun Akses Darurat

TBC masih bisa disembuhkan, namun membutuhkan pemantauan intensif terhadap penderita agar tidak putus di tengah jalan. Karena jika itu terjadi, penyakit bisa berubah menjadi MDR-TB, alias TBC kebal obat. Jauh lebih berbahaya dan lebih sulit disembuhkan.

“Melalui TBC SIMPATIK ini, kami ingin melakukan penanganan TBC tidak hanya sekadar pendekatan medis, tapi menyentuh ranah sosial, edukasi, bahkan kebijakan, sebab masalah TBC ini sangat kompleks dan membutuhkan gotong royong lintas sektor agar penanganan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

TAG:berita banjarnegara terkinitbctuberkulosis
Artikel Sebelumnya img 20250618 wa0001 Polres Banjarnegara Bedah Rumah Milik Tukinah di Ampelsari Polres Banjarnegara Bedah Rumah Milik Tukinah di Ampelsari
Artikel Selanjutnya img 20250618 wa0003 Rutan Banjarnegara Siap Buka PKBM Bagi Warga Binaan Rutan Banjarnegara Siap Buka PKBM Bagi Warga Binaan
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Warga binaan dilatih keterampilan merajut
Banjarnegara

Merajut Harapan di Rutan Banjarnegara, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Produktif

Oleh Syarif TM
jenang gula aren
Banjarnegara

Kisah Warga Sidakangen Banjarnegara Sukses Inovasi Jenang Gula Aren, Berawal Coba-coba Kini Banjir Pesanan

Oleh Heri C
Rapat MBG dan Validasi data penerima manfaat
Banjarnegara

Rakor MBG Digelar, Pemkab Banjarnegara Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

Oleh Syarif TM
Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?