Embung Sumingkir di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai penopang irigasi pertanian, embung ini juga berkembang menjadi ruang rekreasi yang diminati warga lokal.
Keberadaan Embung Sumingkir menunjukkan bagaimana pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk sektor pertanian maupun pariwisata berbasis alam.
Data Teknis dan Jangkauan Irigasi
Embung Sumingkir memiliki kapasitas tampung air mencapai 32.425 meter kubik dengan luas genangan sekitar 1,16 hektar. Dengan volume tersebut, embung ini mampu mengairi sekitar 50 hektar lahan persawahan.
Area irigasi mencakup Desa Sumingkir di Kecamatan Jeruklegi serta Desa Dondong di Kecamatan Kasugihan. Pola tanam yang diterapkan adalah padi–padi–palawija, yang menjadi strategi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Tingkatkan Intensitas Tanam dan Kurangi Risiko Banjir
Fungsi utama Embung Sumingkir sebagai penyedia air irigasi diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam secara signifikan. Dari sebelumnya sekitar 105 persen, kini berpotensi meningkat hingga 215 persen.
Peningkatan ini memungkinkan petani untuk melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Selain itu, embung juga berperan dalam mengurangi risiko banjir dengan menampung limpasan air saat curah hujan tinggi.
Tidak hanya itu, keberadaan embung turut mendukung upaya konservasi air yang sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan di wilayah Cilacap.
Embung Sumingkir Dibangun Tahun 2021 dengan Anggaran Rp14 Miliar
Embung Sumingkir mulai dibangun pada April 2021 dan selesai pada Desember 2021. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp14 miliar sebagai bagian dari program penguatan infrastruktur pertanian.
Setelah diresmikan pada 6 Juli 2022, embung ini diharapkan dapat berfungsi optimal dalam mendukung kebutuhan air bagi petani sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar melalui aktivitas ekonomi baru.
Daya Tarik Rekreasi: Sejuk Pagi, Hangat Senja
Selain berfungsi sebagai infrastruktur teknis, Embung Sumingkir juga menawarkan lanskap alam yang menarik untuk rekreasi. Pada pagi hari, suasana di sekitar embung terasa sejuk dengan udara segar yang cocok untuk berjalan santai atau menikmati ketenangan.
Menjelang sore, kawasan ini menjadi spot favorit untuk bersantai sambil menikmati pemandangan matahari terbenam. Pantulan cahaya senja di permukaan air menciptakan suasana yang estetik dan menenangkan.
Aktivitas lain yang cukup diminati adalah memancing. Area sekitar embung kerap digunakan warga untuk menghabiskan waktu luang dengan hobi tersebut.
Destinasi Rekreasi Potensial di Jeruklegi
Embung Sumingkir tidak hanya berfungsi sebagai sarana irigasi yang mendukung peningkatan hasil pertanian, tetapi juga berkembang menjadi destinasi rekreasi yang potensial di Jeruklegi, Cilacap.
Dengan pengelolaan yang baik, embung ini dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan, baik dalam menjaga ketahanan pangan maupun mendorong pertumbuhan wisata lokal berbasis alam.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



