Program Kecamatan Berdaya, Purbalingga ‘Sat Set’ Tancap Gas

Heri C
Bupati Purbalingga (kanan) saat mendatangani komitmen program Kecamatan Berdaya dihadapan Gubernur Jawa Tengah (kiri), Kamis (16/4/2026). (Foto: Humas Pemkab Purbalingga)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Program Kecamatan Berdaya akan diperluas implementasinya ke seluruh kabupaten dan kota di wilayahnya. Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Grahadhika Bhakti Praja, Kamis (16/4/2026), yang diikuti ratusan camat serta kepala daerah se-Jawa Tengah.

Dalam arahannya, Luthfi menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyasar kelompok masyarakat yang belum mandiri secara ekonomi, seperti pemuda, penyandang disabilitas, serta perempuan rentan. Mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan berbasis kecamatan agar mampu meningkatkan keterampilan dan kemandirian.

“Pemuda akan didorong melalui program zilenial, kemudian penyandang disabilitas di masing-masing wilayah, serta perempuan atau janda yang belum memiliki kemampuan ekonomi akan dilatih melalui program-program khusus di kecamatan,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan mampu menekan angka pengangguran, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat bawah. Percepatan implementasi akan dimulai dengan penetapan kecamatan sasaran oleh pemerintah kabupaten/kota, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi oleh perangkat daerah terkait.

Baca juga  Dari Aspal Ulang Samapi Cor Beton, Ini Langkah Bupati Purbalingga Dalam Perbaikan Infrastruktur 

Secara keseluruhan, Program Kecamatan Berdaya merupakan bagian dari 22 program intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dengan dukungan anggaran kolaboratif yang hingga 11 April 2026 telah mencapai lebih dari Rp131 miliar.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerahnya untuk mendukung dan mengoptimalkan pelaksanaan program tersebut. Hal itu disampaikan usai mengikuti rakor yang sama.

Fahmi menilai, Program Kecamatan Berdaya menjadi langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi hingga tingkat desa. “Program ini sangat sesuai dengan kondisi daerah. Kecamatan tidak lagi hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Fahmi.

Ia berharap, melalui penguatan program ini, kecamatan di Purbalingga dapat bertransformasi menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!