AKBP Anita Indah Setyaningrum, Keteguhan Kartini Masa Kini di Garis Depan Hukum

Heri C
Kartini masa kini yaitu Kapolres Purbalingga, AKBP Anita Indah Setyaningrum saat menerima sambutan jabatan Kapolres, Desember 2025 lalu. (foto: dok Polres Purbalinga)

Semangat Raden Ajeng Kartini yang terus hidup dari generasi ke generasi kembali menemukan wujudnya dalam sosok perempuan tangguh di institusi kepolisian. Di tengah peringatan Hari Kartini, hadir figur inspiratif yang mencerminkan nilai perjuangan, keteguhan, dan pengabdian: AKBP Anita Indah Setyaningrum.

Jabatan Kapolres Purbalingga resmi dijabat oleh AKBP Anita Indah Setyaningrum, S.I.K., M.H. Hal ini menjadi catatan sejarah tersendiri, karena sejak berdirinya Polres Purbalingga, baru kali ini posisi Kapolres dipercayakan kepada seorang Polisi Wanita (Polwan). Penunjukan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/KEP/2025 tertanggal 15 Desember 2025, menggantikan AKBP Achmad Akbar.

Kehadiran AKBP Anita bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan simbol kemajuan peran perempuan di ruang-ruang strategis yang selama ini didominasi laki-laki. Ia menjadi representasi nyata bahwa perempuan Indonesia mampu memimpin, mengambil keputusan penting, serta memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

Namun, menjadi seorang polisi bukan sekadar soal jabatan atau seragam. Kepolisian adalah institusi yang mengemban tugas menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi dan mengayomi masyarakat. Tugas ini menuntut integritas tinggi, ketegasan dalam bertindak, sekaligus kepekaan sosial dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.

Baca juga  Persibangga Purbalingga Bertekad Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

Di balik tugas tersebut, terdapat risiko besar yang selalu mengintai. Seorang polisi harus siap menghadapi ancaman fisik saat menangani kejahatan, tekanan mental akibat beban pekerjaan, hingga risiko kehilangan waktu bersama keluarga. Dalam situasi tertentu, mereka juga harus mengambil keputusan cepat yang dapat berdampak besar, bahkan mempertaruhkan nyawa demi keselamatan orang lain.

Tantangan ini menjadi semakin kompleks ketika dijalankan oleh seorang perempuan. Selain tuntutan profesional, perempuan dalam kepolisian juga kerap dihadapkan pada ekspektasi sosial dan stereotip. Namun, justru di situlah nilai perjuangan Kartini menemukan relevansinya—bahwa perempuan mampu menembus batas dan membuktikan kapasitasnya.

AKBP Anita merupakan wanita kelahiran Jakarta tahun 1984. Perjalanan kariernya dimulai sejak menjadi Taruni di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan lulus pada tahun 2005. Semangat belajar yang tinggi membawanya melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) pada tahun 2015 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri pada tahun 2021.

Ia juga aktif mengikuti berbagai pendidikan pengembangan, seperti Pendidikan Pengembangan Inspektur Idik Tindak Pidana Korupsi (2007) dan program Police Woman Leadership and Decision Making (2013), sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Baca juga  Lansia di Purbalingga Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai

Kariernya ditempa dari berbagai posisi strategis, mulai dari Perwira Pertama di Polresta Padang pada 2006 hingga berbagai jabatan di bidang reserse dan narkoba. Ia pernah menjabat sebagai Kasatresnarkoba Polres Lima Puluh Kota serta Kapolsek Harau, yang menunjukkan kemampuannya dalam memimpin di lapangan dengan segala risiko yang melekat.

Pengalaman di bidang sumber daya manusia dan pendidikan kepolisian juga memperkaya perspektifnya. Penugasan di Akademi Kepolisian hingga berbagai jabatan di Polda Jawa Tengah menjadi bekal penting sebelum akhirnya dipercaya sebagai Kapolres Magelang Kota pada tahun 2024.

Kini, di Purbalingga, harapan besar disematkan pada kepemimpinannya. Di tengah dinamika sosial dan tantangan keamanan, kehadiran sosok perempuan pemimpin diharapkan mampu membawa pendekatan yang lebih humanis, komunikatif, dan solutif.

Semangat Kartini tidak lagi hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang keberanian mengambil peran dan tanggung jawab besar. AKBP Anita Indah Setyaningrum telah menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya mampu berdiri sejajar, tetapi juga siap menghadapi risiko dan tantangan demi pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga  Braling Grand Hotel Purbalingga Angkat Budaya Lewat “Rhythm of Nusantara” di Malam Tahun Baru

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Namun, dengan hadirnya figur-figur seperti AKBP Anita, harapan akan masa depan yang lebih inklusif, berani, dan berkeadilan semakin nyata untuk Purbalingga maupun Indonesia.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!