DLH Banyumas Siapkan Penambahan Tong Sampah Portabel Di Alun-alun Purwokerto

Besari
Alun-alun Purwokerto. (Dok Seputar Banyumas)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas berkomitmen menjaga marwah pusat kota agar tetap asri dan menawan. Sebagai langkah nyata, DLH berencana menambah unit tong sampah portabel di kawasan Alun-Alun Purwokerto demi menjamin kebersihan area rumput yang kini telah dibuka sepenuhnya untuk akses publik.

Kepala DLH Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menegaskan bahwa penguatan sarana kebersihan ini menjadi langkah krusial. Pasalnya, antusiasme masyarakat untuk beraktivitas di atas rumput ikonik tersebut terus meningkat.

“Kami ingin memastikan landmark kota ini tetap enak dipandang dan estetik. Jika kawasannya bersih, pengunjung akan betah, dan imbas positifnya dagangan para pelaku UMKM di sekitar juga akan makin laris,” ujar Sugiri.

 

Sinergi Kebersihan dan Ekonomi Lokal

Sugiri menekankan bahwa beban menjaga keasrian tidak hanya bertumpu pada pundak pemerintah. Ia mengajak kolaborasi aktif antara pedagang dan pengunjung untuk menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat. Kesadaran kolektif dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci agar ikon kebanggaan warga Purwokerto ini tidak tercemar oleh limbah plastik maupun sisa makanan.

Baca juga  KAI Daop 5 Purwokerto Tes Narkoba Awak KA Jelang Nataru, Ini Hasilnya

 

Tantangan Perawatan di Tengah Tingginya Mobilitas

Menjaga kualitas rumput hijau di jantung kota rupanya membutuhkan biaya yang signifikan. Sugiri mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, anggaran perawatan rutin Alun-Alun Purwokerto menyentuh angka sedikitnya Rp 600 juta per tahun. Dana tersebut dialokasikan untuk: Tambal sulam rumput yang layu atau rusak, Pemupukan berkala untuk menjaga kesuburan, Pemeliharaan fasilitas pendukung lainnya secara menyeluruh.

Kebijakan baru yang mengizinkan masyarakat bersantai langsung di atas rumput membawa tantangan ekstra bagi tim lapangan. Intensitas perawatan kini harus dilipatgandakan dibandingkan saat area tersebut masih dibatasi pagar.

 

Skema Recovery untuk Kelestarian Rumput

Demi menjaga rumput tetap subur meski sering terinjak, DLH akan memberlakukan masa pemulihan (recovery) secara periodik.

“Nanti akan ada waktu khusus, bisa dalam hitungan hari atau satu minggu tertentu, area rumput sementara tidak boleh diinjak dulu. Ini penting untuk memberi waktu rumput ‘bernafas’ dan pulih kembali setelah digunakan beraktivitas padat,” pungkas Sugiri.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Banyumas dan Cilacap Masuk Prioritas Kawasan Industri Baru, Jateng Dorong Pemerataan Ekonomi