Dari Banjarnegara ke NASA: Jejak 2 Siswa SMK Menemukan Celah Keamanan Dunia Siber

Heri C
Lindan dan Vanda, dua siswa SMKN Susukan Banjarnegara yang berhasil tembus keamanan NASA, Kamis (23/4/2026). ( Foto: Heri C)

Dari dua desa di Kecamatan Susukan, langkah Lindan Tri Saputra dan Vanda Dwi Aprilianto menjangkau panggung internasional. Keduanya, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Susukan, berhasil menemukan celah keamanan pada situs web milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Temuan tersebut mengantarkan mereka menerima Letter of Appreciation melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP), sebuah skema resmi yang memberi ruang bagi peneliti keamanan untuk melaporkan kerentanan sistem secara legal.

Ketertarikan Lindan dan Vanda pada dunia keamanan siber bermula sejak 2021. Tanpa latar pendidikan formal khusus di bidang tersebut, mereka belajar secara mandiri melalui berbagai sumber daring, mulai dari video pembelajaran hingga laporan para praktisi ethical hacking.

Rasa ingin tahu menjadi titik awal. Lindan menyebut, ia mulai mendalami penetration testing dan bug bounty, termasuk teknik yang dikenal sebagai Google Dorking.

“Dengan teknik itu, kami bisa menemukan file yang seharusnya tidak terbuka untuk publik,” ujar Lindan saat ditemui dalam kegiatan Bimbingan Teknis Siber yang digelar Diskominfo Banjarnegara, Kamis (23/4/2026).

Baca juga  Isu Super Flu Hantui Warga, Kadinkes Banjarnegara Bongkar 7 Senjata Ampuh Pencegahan

Teknik tersebut memanfaatkan pencarian dengan kata kunci tertentu untuk mengidentifikasi data sensitif yang tidak sengaja terekspos. Tanpa harus mengakses sistem internal atau menggunakan kata sandi, informasi yang bersifat privat bisa ditemukan jika tidak diamankan dengan baik.

Meski terdengar berisiko, apa yang mereka lakukan berada dalam koridor legal. Vanda menjelaskan, mereka mengikuti mekanisme yang disediakan platform bug bounty seperti Bugcrowd, yang mempertemukan perusahaan dengan peneliti keamanan independen.

“Perusahaan memang membuka diri untuk diuji. Kalau temuan kita valid, biasanya ada bentuk apresiasi. Di NASA, kami mendapat sertifikat,” jelasnya.

Bagi keduanya, aktivitas ini bukan sekadar tantangan teknis, tetapi juga kontribusi untuk meningkatkan keamanan sistem digital. Dengan menemukan celah lebih awal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat diminimalkan.

Pencapaian tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Wakil Bupati Wakhid Jumali menyebut keberhasilan itu sebagai bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi prestasi.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda kita mampu bersaing di bidang teknologi, bahkan di tingkat global,” katanya.

Baca juga  Geger Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Plafon Kamar Mandi Sekolah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarnegara, Sagiyo, menilai kehadiran Lindan dan Vanda dalam kegiatan CSIRT daerah menjadi momentum edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya keamanan data.

Di balik capaian tersebut, keduanya masih menyimpan tantangan, terutama terkait rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah mereka.

Melalui komunitas internasional yang diikuti, Lindan dan Vanda terus mengasah kemampuan teknis sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Mereka menatap masa depan sebagai bagian dari generasi yang berperan dalam menjaga keamanan siber, termasuk di Indonesia.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!