May Day 2026: Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Siap Aksi Turun Kejalan Mulai Dari Pusat Hingga Kabupaten, Tuntut UU Ketenagakerjaan Baru 

Heri C
Leaflet ajakan aksi serentak buruh pekerja metal Indonesia di May Day 2026. (Foto: FSPMI)

Sejumlah organisasi buruh berencana menggelar aksi besar-besaran pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat, 1 Mei 2026. Aksi di pusatkan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, serta dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan materi seruan aksi yang beredar, puluhan ribu buruh diperkirakan akan turun ke jalan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kebijakan ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Banjarnegara, Cahyo mengatakan, aksi tersebut antara lain diinisiasi oleh kelompok serikat pekerja yang menyerukan mobilisasi massa dalam jumlah besar.

“Mereka menargetkan konsolidasi buruh lintas sektor untuk mengawal berbagai isu strategis yang dinilai merugikan pekerja dan melakukan aksi serentak di tiap-tiap kabupaten,” katanya, Jumat (24/4/2026).

Menurut Cahyo, agenda yang disampaikan, terdapat sedikitnya tujuh tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi tersebut. Tuntutan pertama adalah mendesak pengesahan undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Selain itu, buruh juga menolak sistem outsourcing serta upah murah yang dinilai tidak memberikan kesejahteraan.

Baca juga  279 Anggota KORPRI Banjarnegara Terima Tali Asih

Isu lain yang disoroti adalah potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi global, termasuk dampak perang dan kebijakan impor, khususnya di sektor industri otomotif. Para buruh juga menuntut reformasi kebijakan pajak, termasuk penghapusan pajak atas tunjangan hari raya (THR), bonus tahunan, jaminan hari tua (JHT), dan jaminan pensiun.

“Selain itu, aksi buruh juga mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Mereka juga meminta pemerintah meratifikasi Konvensi ILO Nomor 190,” katanya.

Dalam sektor ekonomi digital, buruh turut menyoroti besaran potongan tarif pada layanan ojek online. Mereka menuntut agar potongan tersebut diturunkan menjadi 10 persen.

“Yang jelas, aksi May Day 2026 serentak dilaksanakan mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Banjarnegara juga akan ada gerakan kaum buruh,” katanya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!