Soroti Upah Rendah dan Pajak Tinggi, 1.000 Buruh Cilacap Siap Turun ke Jalan Saat May Day 2026

Faiz Ardani
Buruh Cilacap saat konvoi di Jalan Perkotaan Cilacap pada peringatan May Day. (Faiz Ardani).

Gelombang aksi buruh dipastikan akan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Cilacap. Aliansi Buruh Cilacap menyatakan kesiapan mereka untuk mengerahkan sekitar 1.000 massa guna menyuarakan berbagai tuntutan yang selama ini dirasakan memberatkan para pekerja.

Aksi ini dilatarbelakangi oleh sejumlah persoalan krusial, mulai dari rendahnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) hingga tingginya beban pajak yang dinilai semakin menekan kesejahteraan buruh. Kondisi tersebut dinilai belum berpihak pada peningkatan taraf hidup pekerja, khususnya di tengah naiknya harga kebutuhan pokok.

 

UMK Dinilai Tak Seimbang dengan Kebutuhan Hidup

Ketua Aliansi Buruh Cilacap, Dwiantoro Widagdo, menilai besaran UMK Cilacap saat ini masih jauh dari layak. Ia menyoroti ketimpangan antara pendapatan buruh dengan harga kebutuhan dasar yang terus meningkat.

Menurutnya, daya beli buruh masih sangat lemah. Bahkan, untuk membeli satu gram emas saja, nilai UMK yang diterima pekerja dinilai belum mencukupi.

Baca juga  Pagi Hari di Pantai Jetis saat Ramadan, Jadi Tempat Favorit Muda-Mudi Cilacap Berkumpul

“UMK Cilacap saat ini masih sangat rendah, bahkan untuk membeli satu gram emas saja tidak cukup. Ini menunjukkan daya beli buruh masih sangat lemah,” ujar Dwiantoro, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kenaikan UMK Cilacap tahun 2026 yang hanya sebesar 5,03 persen menjadi salah satu yang terendah di Jawa Tengah. Kondisi ini dinilai belum mampu mengejar kebutuhan hidup layak (KHL) yang terus meningkat setiap tahun.

“Kenaikan 5,03 persen ini belum menjawab kebutuhan riil buruh. Nilainya masih jauh di bawah komponen hidup layak di Cilacap,” tegasnya.

 

Beban Pajak Dinilai Menekan Kehidupan Buruh

Selain soal upah, aliansi buruh juga menyoroti tingginya beban pajak yang dirasakan pekerja. Salah satunya adalah pajak opsen kendaraan yang disebut mencapai 66 persen.

Dwiantoro menilai kebijakan tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung, khususnya transportasi umum yang memadai bagi buruh.

“Buruh dibebani pajak tinggi, tapi tidak ada fasilitas transportasi umum yang layak. Akhirnya semua harus pakai kendaraan pribadi dengan biaya sendiri,” katanya.

Baca juga  Lapas Karanganyar Gelar Doa Bersama Demi Keselamatan Bangsa dan Negeri yang Damai

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebagian besar buruh di Cilacap masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk bekerja karena minimnya akses transportasi umum yang terintegrasi dengan kawasan industri, sekolah, maupun pusat ekonomi.

Tak hanya itu, buruh juga masih dibebani potongan untuk program pensiun serta tabungan jaminan hari tua (JHT) yang jumlahnya dinilai cukup besar.

“Potongan untuk pensiun dan JHT juga cukup besar. Ini semakin menekan pendapatan bersih yang diterima buruh setiap bulan,” tambahnya.

 

Seribu Buruh Siap Turun ke Jalan

Dalam peringatan May Day 2026, Aliansi Buruh Cilacap akan mengangkat sejumlah isu strategis lainnya, seperti revisi kebijakan ketenagakerjaan, perlindungan pekerja migran, pelaksanaan konvensi internasional tenaga kerja, hingga optimalisasi peran kontraktor lokal.

Sejumlah federasi serikat pekerja yang tergabung dalam aliansi tersebut antara lain FSPKEP KSPI, FSPMI, SPN SBI, FARKES Indonesia, serta komunitas Purna Pekerja Migran Indonesia.

Hasil koordinasi dan konsolidasi yang telah dilakukan menyepakati bahwa massa aksi akan dimaksimalkan untuk menyuarakan aspirasi buruh.

Baca juga  Kapolsek Cilacap Utara Imbau Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api

“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai serikat buruh. Diperkirakan sekitar 1.000 buruh akan turun dalam aksi konvoi dan orasi pada May Day nanti,” jelas Dwiantoro.

Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan buruh, khususnya di Kabupaten Cilacap.

“Harapan kami pemerintah bisa lebih serius melihat kondisi buruh saat ini dan segera mengambil kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja,” pungkasnya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!