Pondok Pesantren (Ponpes) Modern ZIIS terus memperkokoh eksistensinya sebagai pusat pendidikan integratif. Pada Sabtu (25/4/2026), pesantren ini secara resmi meresmikan Gedung Satria serta meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah tingkat Kabupaten Banyumas. Perhelatan tersebut dipusatkan di Kampus II Ponpes Modern ZIIS, Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok.
Rangkaian acara tidak hanya fokus pada sarana fisik, tetapi juga pengembangan karakter melalui peletakan batu pertama Padepokan Tapak Suci. Langkah ini semakin mempertegas komitmen ZIIS dalam mengasah potensi santri melalui ekstrakurikuler unggulan seperti berkuda, memanah, dan berenang.
Pimpinan Ponpes Modern ZIIS, K.H. Casiwan Haryo Sasongko, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian Gedung Satria yang kini menjadi jantung aktivitas santri. Dalam sambutannya, ia menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Pusat untuk memajukan PKBM Muhammadiyah di Banyumas sebagai senjata utama melawan fenomena anak putus sekolah.
“Ini adalah ikhtiar bersama untuk memerangi anak-anak yang tidak sekolah. Kami berharap PKBM ini bisa menjadi solusi pendidikan nonformal di Banyumas,” ujarnya.
Casiwan menyoroti tren penurunan minat melanjutkan sekolah dari jenjang SMP ke SMA dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai solusi, ia menawarkan model pendidikan pesantren dengan masa belajar enam tahun (berkelanjutan) untuk menjaga konsistensi pendidikan anak.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan setiap anak di wilayahnya. Baginya, infrastruktur baru ini memiliki nilai filosofis yang dalam.
“Peresmian ini bukan hanya tentang gedung, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta nilai keislaman dan kebangsaan,” katanya.
Sadewo memandang peluncuran PKBM Muhammadiyah sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan nonformal yang inklusif bagi warga Banyumas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyerukan reorientasi pandangan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Ia menegaskan bahwa esensi pendidikan terletak pada proses belajar, bukan sekadar gedung sekolah formal.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang bisa dijangkau semua kalangan, baik dari sisi akses, fleksibilitas waktu, maupun biaya,” ujarnya.
Mendikdasmen memaparkan bahwa faktor ekonomi, dorongan bekerja di usia dini, pernikahan di bawah umur, hingga kendala geografis seringkali menjadi penghambat anak mengenyam pendidikan. Hadirnya PKBM Muhammadiyah diharapkan menjadi oase pendidikan alternatif yang fleksibel namun tetap berkualitas untuk meningkatkan kualitas SDM di Banyumas.
Momen Simbolis: Acara diakhiri dengan peletakan batu pertama pembangunan Padepokan Tapak Suci oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama Bupati Sadewo Tri Lastiono. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya penguatan sarana pembinaan seni bela diri sekaligus pembentukan karakter tangguh bagi para santri Ponpes Modern ZIIS.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



