Road to Festival Kopi Dieng 2026 Chapter #2 Hadir di Desa Sirukun

Syarif TM
Proses cupping session pada Road to Festival Kopi Dieng chapter #1 di susukan. (dok. panitia)

RANGKAIAN menuju Festival Kopi Dieng 2026 terus bergulir. Road to Festival Kopi Dieng 2026 Chapter #2 dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2026 di Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kopi lokal sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan wisata desa di kawasan dataran tinggi Dieng.

Kolaborasi Kopi dan Festival Tenong Jadi Daya Tarik

Mengusung konsep kolaboratif, Chapter #2 menghadirkan pengalaman unik dengan memadukan kopi khas Banjarnegara dan Festival Tenong Desa Sirukun.

Kolaborasi ini tidak hanya menampilkan cita rasa kopi, tetapi juga memperkuat nilai budaya lokal. Tenong sebagai simbol tradisi masyarakat mencerminkan kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Baca juga  Hujan Picu Tanah Gerak di Binangun Karangkobar, Rekahan Sepanjang 100 Meter Ancam Warga

Beragam Aktivitas Edukatif dan Interaktif

Panitia menyiapkan sejumlah agenda menarik bagi pengunjung. Mulai dari farm trip ke kebun kopi di kawasan dataran tinggi, yang memungkinkan peserta melihat langsung proses budidaya kopi dari hulu.

Selain itu, tersedia diskusi santai bersama petani dan pelaku industri kopi, cupping session untuk mengenal karakter cita rasa kopi lokal, hingga sesi seduh kopi bersama yang bersifat edukatif.

Wadah Interaksi Petani, Komunitas, dan Pelaku Usaha

Panitia penyelenggara Kristiono HP menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga ruang interaksi berbagai pihak dalam ekosistem kopi.

“Road to Festival Kopi Dieng menjadi wadah interaksi antara petani, komunitas, pelaku usaha, hingga penikmat kopi untuk merayakan kopi sebagai bagian dari identitas daerah,” ujarnya.

Sirukun Dinilai Punya Potensi Kuat

Desa Sirukun dipilih sebagai lokasi karena memiliki potensi besar, baik dari sisi komoditas kopi maupun kekayaan budaya dan alam.

Masyarakat setempat dinilai mampu menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis pertanian dan pariwisata desa secara berkelanjutan.

Baca juga  Atasi Banjir Kalibening, Pemerintah Percepat Normalisasi Sungai Brukah

Dorong Ekonomi Desa dan Promosi Kopi Lokal

Melalui kegiatan ini, panitia berharap semakin banyak masyarakat mengenal kualitas kopi khas Banjarnegara dan kawasan Dieng.

Selain itu, event ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui sektor pertanian, UMKM, serta pariwisata berbasis komunitas.

Undangan Festival Kopi Dieng Terbuka untuk Masyarakat dan Wisatawan

Panitia mengundang masyarakat umum, pecinta kopi, pelaku usaha, hingga wisatawan untuk turut hadir dan meramaikan rangkaian menuju Festival Kopi Dieng 2026.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas kopi lokal sekaligus mengangkat Desa Sirukun sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam di Banjarnegara.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!