Kasus Penipuan ‘Sultan Nusantara’ Memasuki Babak Baru: Keluarga Korban Diperiksa 3 Jam di Polresta Banyumas 

Besari
Advokat Eko Prihatin SH, mendampingi Kakak korban, Rengga Adi, di Kantor Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto, Selasa (05/05/2026) sore. (Besari)

Misteri dugaan penipuan berkedok pengobatan yang melibatkan sosok berjuluk ‘Sultan Nusantara‘ mulai tersingkap. Pada Selasa, 5 Mei 2026, penyidik Satreskrim Polresta Banyumas melakukan pemeriksaan maraton terhadap keluarga korban guna mengusut raibnya uang senilai Rp475 juta.

Pemeriksaan intensif yang berlangsung di Unit III tersebut difokuskan pada kronologi penguasaan rekening korban oleh terduga pelaku. Polisi menggali keterangan dari sejumlah saksi kunci untuk memperkuat bukti-bukti materiil dalam perkara ini.

Advokat Eko Prihatin SH, selaku pendamping hukum keluarga korban, menjelaskan bahwa agenda pemeriksaan kali ini bertujuan membedah alur perpindahan dana secara mendalam.

“Saksi yang diperiksa antara lain kakak kandung korban, Rengga Adi, serta ayah korban. Pemeriksaan berlangsung lebih dari tiga jam dan cukup mendalam,” ujar Eko, kepada wartawan, Selasa (05/05/2026) sore.

Eko menambahkan, tim penyidik juga menjadwalkan pemanggilan saksi lain yang melihat langsung momen penyerahan kartu ATM korban kepada pihak ‘Sultan Nusantara’.

Tragedi ini bermula saat korban berniat menjalani terapi pengobatan bekam kepada terduga pelaku. Namun, pasca wafatnya korban, pihak keluarga justru menemukan kejanggalan besar berupa transaksi keuangan massif yang tidak wajar.

Baca juga  Terseret Korupsi Lahan Rp237 Miliar, Ini Peran Mengejutkan Eks Pj Bupati Cilacap

Kakak korban, Rengga Adi, menyampaikan bahwa terduga pelaku menggunakan taktik psikologis untuk memanipulasi korban, termasuk mengklaim dirinya sebagai anggota intelijen sekaligus keturunan bangsawan.

“Adik saya dibujuk agar menyerahkan ATM dengan alasan hartanya harus ‘dibersihkan’. Saat itu dia masih aktif bekerja sebagai pegawai negeri,” kata Rengga.

Berdasarkan hasil penelusuran mandiri keluarga, saldo rekening korban menyusut drastis selama berada dalam kendali pelaku. Tercatat ada aliran dana sedikitnya Rp276 juta yang ditransfer langsung ke rekening yang diduga milik ‘Sultan Nusantara’.

Upaya kekeluargaan sempat ditempuh, namun berakhir buntu lantaran terduga pelaku enggan memberikan klarifikasi dan justru bereaksi konfrontatif.

“Saya sudah undang ke rumah setelah adik saya meninggal, tapi tidak ada penjelasan. Justru marah-marah,” kata Rengga.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!