PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP Mrica) menjadi lokasi benchmark implementasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) bagi PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Mei 2026 di Banjarnegara tersebut menjadi ajang berbagi praktik terbaik terkait pengelolaan lingkungan, operasional berkelanjutan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance).
Benchmark diikuti jajaran manajemen dan tim teknis dari kedua unit PLN Group. Dari pihak UBP Mrica, hadir sejumlah bidang terkait mulai dari operasional, lingkungan, pemeliharaan, hingga Corporate Social Responsibility (CSR).
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung sistem pembangkitan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bahas Sistem Manajemen Lingkungan hingga Pengelolaan Limbah
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan pemaparan implementasi PROPER yang telah diterapkan di lingkungan UBP Mrica.
Berbagai materi strategis dibahas dalam sesi tersebut, di antaranya Sistem Manajemen Lingkungan (SML), Life Cycle Assessment (LCA), pengelolaan limbah B3 dan non-B3, audit lingkungan bendungan, efisiensi energi dan air, hingga pengelolaan keanekaragaman hayati.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai strategi pengendalian lingkungan yang diterapkan secara konsisten dalam operasional perusahaan.
Implementasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan operasional pembangkitan sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar area kerja.
Tinjau Langsung Program CSR dan Pengelolaan Limbah
Memasuki hari kedua, rombongan melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah area operasional untuk melihat secara langsung implementasi PROPER di UBP Mrica.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni Yayasan Serayu Network Indonesia, yang menjadi bagian dari penguatan program CSR dan pemberdayaan masyarakat.
Di lokasi tersebut, peserta mempelajari berbagai program pengembangan masyarakat, inovasi sosial, hingga metode pengukuran dampak sosial yang dijalankan secara berkelanjutan.
Selain itu, rombongan juga melakukan site visit ke area PLTA dan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 guna melihat tata kelola pengelolaan limbah dan sistem pengendalian lingkungan yang diterapkan perusahaan.
Senior Manager UBP Mrica, Nazrul Very Andhi, mengatakan kegiatan benchmark menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kualitas implementasi PROPER antarunit di lingkungan PLN Group.
“PROPER bukan sekadar penilaian, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya perusahaan dalam menjalankan operasional yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.
PLN NP UP Brantas Apresiasi Praktik Baik UBP Mrica
Sementara itu, perwakilan manajemen PLN NP UP Brantas, Raden Sultani Indragunawan, mengapresiasi keterbukaan dan transfer pengetahuan yang diberikan UBP Mrica selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, banyak pembelajaran yang dapat dijadikan referensi untuk penguatan implementasi pengelolaan lingkungan dan program CSR di unit kerja mereka.
“Kami mendapatkan banyak pembelajaran terkait pengelolaan lingkungan dan implementasi program CSR di UBP Mrica. Praktik baik ini sangat bermanfaat sebagai referensi bagi unit kami,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, UBP Mrica berharap sinergi antarunit PLN Group semakin kuat dalam mendorong inovasi dan peningkatan kinerja keberlanjutan perusahaan.
Selain itu, implementasi PROPER juga diharapkan mampu mendukung operasional pembangkitan yang andal, ramah lingkungan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



