Berniat Selfie di Curug, Santriwati Asal Cilacap Tewas Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden

Heri C
Sejumlah tim SAR saat mencari korban yang terjatuh akibat kurang hati-hati saat selfi, Selasa (12/5/2026). (Foto: Tim SAR Banyumas)

Niat mengabadikan momen di kawasan wisata alam berujung petaka. Seorang santriwati berusia 16 tahun dilaporkan tenggelam di Curug Kanesia, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (2/3/2026) pagi, saat berfoto bersama rekan-rekannya di area curug yang licin dan berbahaya.

Korban diketahui bernama Anindita (16), warga Majenang, Kabupaten Cilacap. Peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak sembarangan berswafoto di lokasi wisata alam yang memiliki risiko tinggi, terutama di sekitar air terjun dan bebatuan licin.

Kepala Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto menjelaskan, kejadian bermula saat para santri dari ZIIS (Zamzam Integrated Islamic School) mengikuti kegiatan hafiz di Gedung Diklat Baturraden sekitar pukul 08.30 WIB. Saat memiliki waktu luang, sejumlah santri kemudian menuju Curug Kanesia untuk berwisata dan berfoto.

“Para santri berfoto di sekitar curug, namun nahas salah satu santriwati terpeleset dan tenggelam sekitar pukul 09.00 WIB,” jelas Amin Riyanto.

Kejadian itu sontak membuat panik rombongan santri dan pihak pendamping. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek setempat dan dilanjutkan kepada tim SAR untuk penanganan darurat.

Baca juga  PSIP Pemalang vs Persibas Banyumas, Besok Tiket Mulai Dijual

Menerima laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah langsung mengerahkan satu tim rescuer dari Unit Siaga SAR Banyumas dan Kantor SAR Cilacap menuju lokasi kejadian. Tim dilengkapi dua set alat selam, peralatan penerangan, serta alat komunikasi untuk mendukung proses pencarian.

“Pada pukul 10.08 WIB tim rescue tiba di lokasi dan langsung melakukan koordinasi serta assessment pencarian. Kemudian pada pukul 10.15 WIB korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada pukul 10.18 WIB,” lanjut Amin.

Setelah korban berhasil ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi para wisatawan, khususnya kalangan remaja, agar lebih berhati-hati saat berada di kawasan wisata alam. Keinginan untuk mendapatkan foto atau selfie di lokasi ekstrem sering kali mengabaikan faktor keselamatan, padahal area sekitar curug umumnya licin, berarus deras, dan memiliki medan yang berbahaya.

Baca juga  Menepis Infomasi yang Simpang Siur Pasca Banjir, Pegiat Wisata Gencarkan Kampanye "Baturraden Aman"

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!