Gunung Slamet Siaga: Jalur Pendakian Baturraden Ditutup Total

Besari
Gerbang jalur pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari yang kini resmi ditutup mulai Senin (6/4/2026). (Besari)

Keamanan pendaki kini menjadi prioritas tertinggi menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Slamet. Pengelola jalur pendakian Baturraden Lestari secara resmi mengumumkan penutupan total seluruh akses pendakian terhitung mulai Senin, 6 April 2026.

Langkah tegas ini diambil setelah adanya peningkatan aktivitas di kawah puncak yang dinilai berisiko tinggi. Seluruh pendaki yang sebelumnya berada di atas, termasuk rombongan asal Jakarta dan anggota Mapala Unsoed, dilaporkan telah dievakuasi turun sejak Minggu (5/4). Total 21 pendaki dipastikan telah kembali ke basecamp dalam kondisi selamat.

Sterilisasi Radius 3 Kilometer Ketua Umum Lembaga Pengelola Hutan Desa Wana Karya Lestari, Daryono, menegaskan bahwa sterilisasi area dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif adalah harga mati. Keputusan penutupan ini diambil secara mandiri oleh pihak pengelola sebagai langkah preventif.

“Melihat dan mendengar adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang berpotensi membahayakan pendaki, maka untuk menjamin keselamatan, jalur pendakian kami tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Daryono, Senin (6/4/2026).

Meskipun belum ada instruksi penutupan absolut dari otoritas seperti BMKG, pengelola memilih tidak berspekulasi. Mengingat medan Baturraden yang cukup panjang—yakni 3 km dari basecamp ke gerbang rimba dan 9,1 km menuju puncak—proses evakuasi jika terjadi erupsi tiba-tiba akan sangat berisiko.

Baca juga  Pastikan Mudik Aman dan Harga Pangan Stabil, Pemkab Banyumas Terjunkan Tim Pantau Terpadu

Dari Pembatasan Menuju Penutupan Total Sebelum keputusan ini keluar, aktivitas pendakian sebenarnya sempat dibatasi hanya sampai batas vegetasi. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua KUPS Bidang Wisata Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), L. Hayu Wanto.

“Ada imbauan, pendakian hanya boleh sampai bawah vegetasi. Jika terjadi peningkatan suhu di kawasan Pancuran 7 dan Pancuran 3, maka jalur akan ditutup total,” ungkapnya.

Namun, demi meminimalisir segala risiko buruk, opsi penutupan total akhirnya dipilih. Pihak pengelola kini fokus melakukan pemantauan fluktuasi suhu di titik-titik krusial secara berkala.

Masyarakat dan para pecinta alam diimbau untuk menunda seluruh agenda pendakian ke Gunung Slamet via Baturraden dan mematuhi aturan zona merah demi keselamatan bersama.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!