Desa Kemutug Lor: Dari Pelarian Prajurit Padjadjaran Menjadi Surga Wisata Baturraden

Kurnia
Lapangan yang sempat viral beberapa waktu, kini menjadi ikon anyar Desa Kemutug Lor di Kecamatan Baturraden, Banyumas. (Seputar Banyumas)

Kecamatan Baturraden di Kabupaten Banyumas sudah lama dikenal sebagai magnet pariwisata utama di Jawa Tengah. Di balik popularitasnya, terdapat satu daerah yang menyimpan kekayaan sejarah mendalam, bentang alam subur, dan potensi wisata yang luar biasa, yaitu Desa Kemutug Lor.

Desa yang terletak persis di kaki Gunung Slamet ini kini terus bersolek menjadi salah satu destinasi desa wisata unggulan yang memadukan warisan masa lalu dengan pesona alam modern.

Jejak Sejarah: Pelarian Prajurit Padjadjaran di Abad ke-10

Mengutip website kemutuglor-baturraden.desa.id, berdasarkan cerita lisan yang diwariskan turun-temurun, Desa Kemutug Lor diyakini sebagai salah satu permukiman tua di wilayah Banyumas yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-10. Sejarah berdirinya desa ini tidak lepas dari kisah kepahlawanan dan migrasi masa lalu.

peta
Peta wilayah Desa Kemutug Lor, dengan luas administratif sebesar 138,344 Ha. (kemutuglor-baturraden.desa.id)

Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, wilayah Kemutug Lor awalnya merupakan hutan belantara yang lebat. Hutan ini pertama kali dibuka (dibabat) oleh para prajurit dari Kerajaan Padjadjaran yang berasal dari kaki Gunung Salak, Jawa Barat.

Saat itu, mereka melakukan pelarian ke arah timur setelah wilayahnya mengalami pergolakan akibat serbuan dari kerajaan lain.

Para prajurit tersebut akhirnya menemukan tempat perlindungan yang aman dan subur di kaki Gunung Slamet. Mereka memutuskan untuk menetap, bercocok tanam, dan membangun komunitas.

Baca juga  Getuk Goreng Haji Tohirin, Kuliner Banyumas Legendaris yang Berjejer Megah di Sokaraja

Lambat laun, kelompok masyarakat pelarian ini berkembang pesat hingga menjadi pemukiman yang sekarang dikenal sebagai Desa Kemutug Lor.

Geografi dan Demografi: Kesuburan di Kaki Gunung Slamet

Secara geografis, Desa Kemutug Lor berada di ketinggian 420 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan bentang alam bervariasi mulai dari dataran, perbukitan, hingga lereng gunung.

Kondisi ini didukung oleh curah hujan yang cukup tinggi, mencapai 200 mm dengan rentang waktu hujan sekitar 6 bulan dalam setahun, membuat tanah di desa ini sangat subur untuk sektor agraris.

Desa ini memiliki total luas wilayah administratif sebesar 138,344 Ha, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

* Utara: Hutan Lindung Gunung Slamet
* Barat: Desa Karangmangu
* Selatan: Desa Kemutug Kidul
* Timur: Desa Karangsalam

Secara tata ruang, penggunaan lahan di desa ini terbagi menjadi area pemukiman (379,86 Ha), lahan pertanian (68 Ha), dan lahan perkebunan (50 Ha). Sisa lahan lainnya dimanfaatkan untuk fasilitas umum serta hutan produksi dan hutan lindung.

Secara administratif, desa ini terbagi menjadi 5 Grumbul (dusun), yaitu Tenjo, Brobahan, Ndukuh Wetan, Ndukuh Kulon, dan Ndesa, yang mencakup 5 RW dan 32 RT.

Berdasarkan data kependudukan, Desa Kemutug Lor dihuni oleh 5.661 jiwa dengan komposisi 2.883 laki-laki (50,9%) dan 2.778 perempuan (49,1%).

Kehidupan agraris yang kuat tercermin dari mayoritas mata pencaharian warganya, di mana sebanyak 1.057 orang bekerja sebagai petani atau pekebun. Sektor ekonomi lainnya digerakkan oleh 170 wiraswasta dan 132 pedagang lokal.

Baca juga  Biaya Kemasan Melambung: Pengusaha Oleh-oleh Purwokerto Terhimpit Lonjakan Harga Plastik 

Surga Wisata Alam, Fasilitas Lengkap, dan Kuliner Autentik

Sebagai desa wisata yang terintegrasi, Desa Kemutug Lor menawarkan paket liburan lengkap, mulai dari wisata alam, edukasi, infrastruktur pendukung yang mapan, hingga kuliner. Berpusat dari Titik 0 Km di area Kantor Kepala Desa dan Stadion “B23 Soccer Field”, wisatawan dapat menjangkau berbagai destinasi menarik dengan mudah.

curug
Eksotisme Curug Ramun, salah satu destinasi wisata terbaru di Desa Kemutug Lor. (Seputar Banyumas)

— Wisata Air dan Air Terjun (Curug) Eksotis

Bagi pencinta alam, desa ini adalah surga air terjun yang jernih dan menyegarkan. Beberapa destinasi unggulannya meliputi:

* Embung Wisata Kemutug Lor: Hanya berjarak 5 meter dari titik pusat desa.
* Curug Djalu & Mata Air Brunyahan: Berjarak dekat, sekitar 450 meter.
* Curug Pete & Curug Kembar: Destinasi eksotis dengan jarak tempuh 1,4 km hingga 1,9 km.
* Curug Ramun & Curug Pinang: Terletak sedikit lebih atas dengan jarak 2,5 km hingga 2,8 km dari pusat desa, melewati ikon Jembatan Sungai Belot.

Selain curug, terdapat pula situs budaya seperti Situs Damar Payung (750 meter) dan Situs Danglirip (1,1 km), serta Basecamp Wisata Pendakian Gunung Slamet (1,9 km) bagi para pendaki profesional.

tea Desa Kemutug Lor: Dari Pelarian Prajurit Padjadjaran Menjadi Surga Wisata Baturraden
Sumini, salah satu produk unggulan Desa Kemutug Lor, tepatnya Eduwisata Sapi Perah di BBPTU-HPT. (kemutuglor-baturraden.desa.id)

— Edukasi Sapi Perah dan Kuliner Lokal

Tidak hanya menyuguhkan pemandangan, Desa Kemutug Lor juga memiliki daya tarik edukasi berkat keberadaan BBPTU-HPT (Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak). Di sini, pengunjung bisa melihat langsung proses budidaya sapi perah berkualitas tinggi dan produksi hijauan pakannya.

Baca juga  Sejumlah 21 Laporan Ke Polresta Banyumas "Mandek" Perempuan Di Purwokerto Surati Kapolresta 

Wisatawan juga dapat menikmati Sumini (Susu Murni Pasteurisasi) yang segar dan kaya nutrisi langsung dari sumbernya.

Setelah puas berkeliling, pengunjung bisa singgah ke Warung Makan Putri Gunung Baturraden yang terletak strategis di pusat desa. Rumah makan legend ini menjadi andalan wisatawan untuk menikmati hidangan tradisional khas Banyumas dengan suasana pedesaan yang asri.

— Fasilitas Umum & Tempat Nongkrong Sekitar Area

Kenyamanan wisatawan di Desa Kemutug Lor semakin ditunjang oleh lokasinya yang sangat dekat dengan berbagai fasilitas strategis dan tempat bersantai, antara lain:

* Fasilitas Publik: Transportasi semakin mudah dengan adanya Terminal Bus Lokawisata Baturraden, akses langsung ke Lokawisata Baturraden utama, kawasan hijau Palawi, serta Kampus 7 Poltekkes Kemenkes Semarang dan SDN 2 Kemutug Lor.
* Spot Cafe Modern: Bagi yang ingin menikmati kopi dengan pemandangan ciamik, area sekitar desa juga dilengkapi dengan tempat nongkrong populer seperti Massapi Cafe, De Damaran, dan Cafe Starview.

Menatap Masa Depan Desa Wisata

Melalui sinergi antara Pemerintah Desa Kemutug Lor, BUMDES Wana Tirta Mukti, Pokdarwis Sidamukti, dan Deswita Pesona Kemutug Lor, desa ini terus berkembang menjadi destinasi ramah wisatawan.

Dengan kombinasi nilai sejarah yang kuat dari era Kerajaan Padjadjaran, kekayaan alam lereng Gunung Slamet, kelengkapan fasilitas, dan potensi UMKM lokal yang maju, Desa Kemutug Lor siap menyambut para pelancong yang mendambakan ketenangan dan keaslian suasana pedesaan Banyumas.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.