Wacana proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap santer mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah nama bahkan disebut-sebut bakal masuk dalam jajaran panitia seleksi (pansel) untuk menentukan calon pejabat tertinggi birokrasi di lingkungan Pemkab Cilacap tersebut.
Koordinator LSM Seroja, Ekanto Wahyuning Santoso mengatakan, informasi yang berkembang menunjukkan tahapan seleksi sekda diperkirakan akan segera dimulai dalam waktu dekat.
“Informasinya memang proses seleksi sekda akan segera berjalan. Bahkan sudah mulai muncul nama-nama yang disebut akan masuk panitia seleksi,” ujar Ekanto, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, komposisi pansel yang berasal dari unsur pemerintah provinsi, akademisi hingga tokoh senior birokrasi diharapkan mampu menjaga objektivitas selama proses seleksi berlangsung.
Ia menyebut, mekanisme yang akan digunakan dalam seleksi kali ini kemungkinan memakai sistem manajemen talenta, yang menitikberatkan pada rekam jejak, kompetensi, dan pengalaman pejabat.
Harap Utamakan Pejabat Berpengalaman
Ekanto berharap Plt Bupati Cilacap dapat memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pejabat yang memiliki kapasitas dan pengalaman memadai untuk mengikuti proses seleksi sekda.
Menurutnya, figur calon sekda ideal setidaknya pernah memimpin lebih dari satu organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga memahami tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.
“Harapan kami, yang dipanggil dalam proses awal nanti adalah pejabat-pejabat yang memang punya pengalaman dan kapasitas,” katanya.
Selain pengalaman memimpin OPD, hasil asesmen atau uji kompetensi pada seleksi sekda sebelumnya juga dinilai bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan.
Ia menilai pejabat yang pernah lolos tahapan asesmen sebelumnya layak kembali mendapat kesempatan mengikuti proses seleksi.
Minta Seleksi Tidak Dikaitkan OTT KPK
Dalam keterangannya, Ekanto juga meminta agar proses seleksi sekda tidak dikaitkan dengan persoalan operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Cilacap.
Menurutnya, tidak semua pejabat yang sempat terseret dalam dinamika pemeriksaan dapat langsung dianggap terlibat dalam tindak pidana korupsi.
“Banyak pejabat yang faktanya justru berada pada posisi sebagai korban pemerasan, sehingga tetap layak diberi kesempatan mengikuti seleksi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah pejabat Pemkab Cilacap saat ini masih aktif menjalankan tugas pemerintahan dan dinilai memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan strategis.
Pernyataan itu, kata dia, juga sejalan dengan penyampaian Asisten Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat penyerahan SK Plt Bupati Cilacap beberapa waktu lalu.
Yakin Plt Bupati Bersikap Terbuka
Ekanto mengaku optimistis Plt Bupati Cilacap akan menjalankan proses seleksi secara profesional, terbuka, dan demokratis tanpa mengedepankan faktor suka atau tidak suka.
Ia menilai Plt Bupati memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang baik sehingga diyakini mampu menjaga netralitas dalam proses pengisian jabatan sekda.
“Saya yakin Ibu Plt Bupati akan memberikan kesempatan kepada siapa pun yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi sekda secara terbuka dan objektif,” katanya.
Ia berharap proses seleksi Sekda Cilacap nantinya benar-benar menghasilkan sosok birokrat yang berpengalaman, profesional, dan mampu membawa pemerintahan Kabupaten Cilacap semakin baik ke depan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



