Hobi memancing biasanya identik dengan aktivitas santai untuk mengisi waktu luang. Namun suasana berbeda akan hadir di Ploren Kafe Banjarnegara. Tempat tersebut bakal meluncurkan “Majelis Mancing Ploren Kafe” pada Minggu (17/5/2026), sebuah konsep unik yang memadukan kegiatan memancing dengan kajian keagamaan.
Penggagas kegiatan, Afi Riabul Azmi mengatakan, majelis mancing ini dibuat sebagai wadah positif bagi masyarakat, khususnya pecinta mancing, agar tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga siraman rohani.
Menurut Azmi, menyampaikan pesan agama di tengah aktivitas yang disukai dinilai lebih mudah diterima dan membekas dalam ingatan.
“Biasanya orang kalau mendengarkan sambil melakukan hal yang disukai akan lebih masuk dalam ingatan. Jadi mancing bukan hanya sekadar hobi, tapi juga ada pelajaran agama yang bisa masuk ke hati para pemancing,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Pemilik Ploren Kafe itu menjelaskan, kegiatan tersebut rencananya akan digelar rutin setiap bulan sekali dengan menghadirkan tokoh agama secara bergantian. Konsepnya dibuat santai namun tetap sarat nilai edukasi dan spiritual.
Dalam kegiatan itu, para peserta nantinya tetap bisa menikmati aktivitas memancing sambil mendengarkan tausiyah keagamaan di area kolam pemancingan. Suasana santai diharapkan menjadi cara baru untuk mendekatkan masyarakat dengan kajian agama tanpa kesan formal dan kaku.
Azmi yang juga menjabat sebagai Kompartemen Bidang Lingkungan Hidup HIPMI Banjarnegara menilai, komunitas hobi dapat menjadi media positif untuk membangun kepedulian sosial dan spiritual masyarakat.
“Kami ingin membangun ruang berkumpul yang sehat. Orang datang tidak hanya mencari ikan atau hiburan, tapi juga pulang membawa ilmu dan nilai kebaikan,” ujarnya.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah warga dan komunitas pemancing. Beberapa warga menilai konsep “mancing sambil ngaji” menjadi inovasi menarik karena mampu menghadirkan suasana berbeda dibanding kegiatan pemancingan pada umumnya.
Menurut Azmi, kegiatan tersebut nantinya tidak hanya berisi kajian agama, tetapi turut mengangkat edukasi lingkungan dan kepedulian sosial di Banjarnegara.
“Dengan konsep sederhana namun bernilai edukatif, Majelis Mancing Ploren Kafe diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi sekaligus memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan,” katanya.
Sueb, warga Banjarnegara yang mengaku hobi memancing, menilai konsep tersebut bisa menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan keagamaan.
“Biasanya kalau mancing hanya duduk ngobrol biasa. Kalau ada tausiyah seperti ini tentu lebih bermanfaat karena sambil refreshing juga dapat ilmu agama,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan menjadi contoh bagi komunitas lain.
“Konsepnya bagus dan positif. Apalagi sekarang banyak anak muda suka nongkrong, jadi kalau diarahkan ke kegiatan seperti ini tentu lebih baik,” ujarnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



