Wabup Purbalingga: PNS Bukan Status dan Gaya Hidup Tapi Tanggung Jawab untuk Rakyat

Heri C
Wabub Purbalingga saat menyerahkan SK pengangkatan kepada para PNS baru, Kamis (21/5/2026). (Foto: Humas Pemkab Purbalinga)

Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi melantik 39 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kamis, 21 Mei 2026. Pelantikan berlangsung di Ruang Ardilawet Setda Purbalingga. Para aparatur sipil negara (ASN) yang diambil sumpahnya merupakan hasil seleksi CASN Formasi 2024.

Pelaksana Harian Kepala BKPSDM Purbalingga, Bambang Widjonarko, mengatakan semula terdapat 40 CPNS yang lolos seleksi. Namun satu orang memilih mengundurkan diri sehingga tersisa 39 peserta yang resmi diangkat menjadi PNS.

“Sebanyak 39 orang telah mengisi jabatan dengan rincian 23 orang dalam jabatan fungsional dan 16 orang dalam jabatan pelaksana,” kata Bambang.

Menurut dia, seluruh peserta telah menjalani masa percobaan selama satu tahun, mengikuti pendidikan dan pelatihan, serta dinyatakan memenuhi syarat kesehatan jasmani maupun rohani.

Namun, di balik seremoni pengambilan sumpah itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani justru menyampaikan pesan keras. ” Jangan sampai status PNS hanya dipandang sebagai jalan menuju kenyamanan hidup,” kata Wabub.

Menurut Wabub, sumpah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral di hadapan Tuhan dan masyarakat. Ia mengingatkan para ASN baru agar memahami bahwa profesi PNS identik dengan tanggung jawab pelayanan publik, bukan sekadar jaminan status sosial maupun penghasilan tetap.

Baca juga  BPBD Kebumen Kerahkan Tim Gabungan Menuju Longsor di Pandanarum

“Yang lebih penting dari sumpah tadi adalah kesanggupan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa untuk senantiasa melaksanakan seluruh tanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dimas juga menyoroti tantangan birokrasi yang dinilainya semakin kompleks. Karena itu, ia meminta para ASN tidak hanya terpaku pada rutinitas kerja, tetapi mampu menghadirkan kreativitas dan terobosan dalam membangun daerah. “Menjadi PNS jangan yang dipikirkan yang manis-manis saja. Ternyata kita punya tantangan yang sangat kompleks,” katanya.

Ia menekankan, semangat otonomi daerah harus dibarengi keberanian untuk mandiri dan tidak terus bergantung pada pemerintah pusat. Keterbatasan anggaran maupun sumber daya, menurut dia, tidak boleh dijadikan alasan untuk berhenti berinovasi.

“Mari kita bekerja penuh totalitas dan kreativitas. Jangan terus-menerus menyalahkan keterbatasan atau bergantung pada pemerintah pusat. Mari optimalisasi sumber-sumber yang ada untuk mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah,” tutur Dimas.

Selain menyoroti integritas dan etos kerja, Dimas turut mengingatkan para ASN baru agar bijak mengelola keuangan pribadi. Ia mengingatkan agar SK pengangkatan PNS tidak buru-buru dijadikan jaminan kredit hanya demi memenuhi gaya hidup.

Baca juga  Wabup Purbalingga Waspadai Potensi Inflasi Akhir Tahun, Begini Katanya  

“Kalau SK sudah di tangan, jangan buru-buru dijadikan jaminan kredit. Pikirkan matang-matang, itu kebutuhan atau hanya keinginan,” ucapnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten sekda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!