Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mengerahkan tim gabungan menuju Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Senin (17/11/2025). Keberangkatan tim dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD Kebumen, Udy Cahyono, M.Si, didampingi Uko Ferdianto, S.T (JF).
Dikutip dari Instagram BPBD Kebumen, Kalaksa Udy Cahyono berpesan agar seluruh anggota tim menjaga kesehatan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama menjalankan tugas.
“Utamakan keselamatan, jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. Jaga kondisi masing-masing dan tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” katanya.
Sebelumnya, pada Minggu (16/11/2025) sore telah terjadi tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Dari video amatir yang tersebar di jagat maya, situasi longsoran memang mencengangkan.
Informasi terkini, ada 823 warga terdampak yang mengungsi. Bencana tanah longsor ini menyebabkan 2 orang meninggal dunia, dan 27 warga diduga hilang, termasuk 34 warga yang masih terjebak di dalam hutan.
Bencana di Situkung ini terjadi tak lama setelah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Dari musibah di Majenang itu, ada puluhan warga yang tertimbun. Sebagian di antaranya sudah ditemukan.
Kepedulian BPBD Kebumen
Selain mengerahkan tim ke Pandanarum, sebelumnya BPBD Kebumen telah mengerahkan tim ke Majenang. Pengerahan tim tersebut dilakukan dalam rangka ikut membantu penanganan pasca tanah longsor di Majenang.
Tim dari BPBD Kebumen diberangkatkan pada Jumat (14/11/2025) sore. Kalaksa BPBD Kebumen Udy Cahyono menegaskan pentingnya keselamatan selama bertugas. Kalaksa mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjaga kondisi fisik, menjaga kekompakan, dan mengutamakan prosedur keselamatan.
“Tetap jaga kesehatan, jangan lupa berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, dan yang utama adalah keselamatan seluruh tim selama penugasan ini,” pesan Udy saat pelepasan tim.
Cuaca Jawa Tengah
Pada pekan lalu dari 11 sampai 16 November 2025, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang memprediksi aka nada hujan sangat lebat di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya adalah di Jawa Tengah.
Prediksi tersebut menjadi kenyataan karena memang hujan sangat lebat terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Ketika hujan sangat lebat terjadi, maka ada kemungkinan tanah menjadi lembek dan bisa terjadi longsor.
Longsor tak hanya terjadi di Banjarnegara dan Cilacap. Beberapa titik di wilayah lain seperti Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen juga terjadi longsor.
*Anda bisa melihat informasi lain di Instagram kami.





