Pekan Inovasi 2026, Kolaborasikan Inovasi, Seni, dan Ekonomi Kreatif dalam Satu Panggung

Syarif TM
Wakil Bupati Banjarnegara saat membuka Pekan Inovasi Daerah. (dok. Kominfo)

PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara resmi membuka Pekan Inovasi dan Budaya Daerah (PIBD) 2026 di Balai Budaya Banjarnegara, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 21 Juni 2026 ini menjadi wadah kolaborasi antara inovasi, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sebanyak 25 stan pameran turut meramaikan kegiatan pekan inovasi tersebut. Beragam karya inovatif dan kreatif ditampilkan oleh pelajar SMA dan SMK, mahasiswa perguruan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sektor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Banjarnegara, Teguh Handoko, mengatakan Pekan Inovasi 2026 merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan budaya inovasi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

Menurutnya, Banjarnegara memiliki potensi besar di bidang budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif yang perlu terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Baca juga  Geger Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Plafon Kamar Mandi Sekolah

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengintegrasikan kreativitas masyarakat, pemanfaatan teknologi, dan kekayaan seni budaya agar mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah,” ujar Teguh.

Pekan Inovasi Hadirkan Pameran hingga Pertunjukan Seni Tradisional

Selain menghadirkan pameran inovasi, Pekan Inovasi dan Budaya Daerah tahun 2026 juga menyuguhkan berbagai kegiatan yang menarik perhatian pengunjung. Mulai dari kompetisi e-sport, talkshow edukatif, hingga pertunjukan seni tradisional yang melibatkan komunitas budaya dan seniman lokal.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wiwik Yuliajani, menilai Banjarnegara berhasil menghadirkan ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa inovasi harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan hanya berkembang di lingkungan akademik atau laboratorium penelitian.

“Inovasi harus hadir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Salah satu yang menarik dalam pameran ini adalah teknologi cetak solar yang berpotensi menjadi solusi penyediaan energi bagi masyarakat,” kata Wiwik.

Baca juga  Tingkatkan Keamanan, Polres Banjarnegara Gelar Patroli Skala Besar

Selain meninjau pameran, Wiwik juga mengapresiasi penampilan tari yang dibawakan oleh anak-anak penyandang disabilitas netra dan rungu pada acara pembukaan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen Banjarnegara dalam membangun sumber daya manusia yang inklusif.

“Pengembangan SDM yang inklusif menjadi bagian penting dari pembangunan inovasi yang berkelanjutan dan berdampak bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

BRIDA Jateng Dorong Penguatan Budaya Riset di Kalangan Generasi Muda

Dukungan terhadap pengembangan inovasi daerah juga disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Irwanto.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi melalui penguatan budaya riset dan inovasi. Keberadaan ratusan sekolah menengah dan perguruan tinggi menjadi modal penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang kreatif dan berdaya saing.

Menurutnya, inovasi yang lahir dari generasi muda dapat menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.

Wakil Bupati: Pelayanan Publik Harus Terus Berinovasi

Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menegaskan bahwa inovasi harus menjadi budaya kerja di lingkungan pemerintahan, terutama dalam pelayanan publik.

Baca juga  Bahayakan Pengguna Jalan, Warga Minta Perhutani Bersihkan Potongan Pohon Pinus di Jalur Kalibening–Banjarnegara

Ia meminta seluruh OPD terus melakukan pembaruan dan perbaikan sistem pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan efektif.

“Jangan sampai ada pola pikir yang justru mempersulit masyarakat. Prinsip pelayanan publik harus memberikan kemudahan dan solusi. Program yang berjalan monoton tanpa inovasi perlu dievaluasi dan diperbaiki,” tegas Wakhid.

Menurutnya, inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi digital, tetapi juga perubahan pola pikir, peningkatan kualitas pelayanan, serta kemampuan pemerintah merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

Pembukaan Pekan Inovasi dan Budaya Daerah Banjarnegara 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Banjarnegara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan organisasi perangkat daerah.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap tercipta ruang kolaborasi yang mampu melahirkan berbagai inovasi baru sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sebagai identitas daerah yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.