Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Cilacap > Jejak Pahlawan Asli Cilacap Kian Terlupa, Sejarawan Ingatkan Ini
Cilacap

Jejak Pahlawan Asli Cilacap Kian Terlupa, Sejarawan Ingatkan Ini

Faiz Ardani
Terakhir diperbarui: 10 November 2025 12:52
Faiz Ardani
Membagikan
Jejak Pahlawan Asli Cilacap Kian Terlupa, Sejarawan Ingatkan Ini
Jejak Pahlawan Asli Cilacap Kian Terlupa, Sejarawan Thoomas Sutasman. (Faiz Ardani).
Membagikan

Jejak Pahlawan Asli Cilacap Kian Terlupa, Sejarawan Ingatkan Ini. Di tengah kontroversi pemberian gelar kepahlawanan kepada beberapa tokoh, Sejarawan Cilacap sekaligus anggota Tjilatjap History, Thomas Sutasman, menyoroti fenomena memudarnya jejak kepahlawanan lokal.

Contents
  • Pahlawan Lokal Cilacap, Kusaeri
  • Pahlawan Sukardjo Wiryopranoto dan John Lie
  • Jangan Biarkan Semangat Nasionalisme Terkubur Bersama Lupa

Ia menyayangkan bahwa banyak tokoh pahlawan asli Cilacap kini nyaris tak dikenal oleh generasi muda maupun pemerintah daerah.

“Siapa yang peduli? Kehilangan jejak tersebut akibat rendahnya kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap jejak-jejak kepahlawanan yang ada di sekitarnya,” ujar Thomas, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, hal ini menjadi cerminan pudarnya memori kolektif bangsa. “Kita bisa menguji dengan menanyakan kepada masyarakat tentang jejak perjuangan lokal, pasti banyak yang kesulitan menjawab. Begitu mudahnya kita melupakan memori kolektif yang ada di sekitar kita,” tambahnya.

Pahlawan Lokal Cilacap, Kusaeri

Thomas mengisahkan bahwa di Cilacap, nama Kusaeri kini hampir tak terdengar lagi. Padahal, sosok Bundanco Kusaeri adalah tokoh penting dalam sejarah perlawanan terhadap fasisme Jepang.

Baca juga  Ibu dan Anak Korban Longsor Majenang Ditemukan di Kedalaman 4 Meter

“Dalam buku IPS waktu saya SMP, masih tertulis satu alinea tentang Kusaeri. Tapi dalam kurikulum sekarang, hanya tersisa satu kalimat singkat,” ungkap Thomas.

Kusaeri dikenal memimpin pemberontakan pasukan PETA (Pembela Tanah Air) di Gumilir, Cilacap, pada 5 April 1945. Dalam aksi heroik itu, sekitar 215 anggota PETA berhasil merebut gudang senjata dan bergerak menuju Gunung Srandil sebagai basis perlawanan. Seorang kopral Jepang bahkan tewas dalam peristiwa itu.

Kini, tugu kecil di dekat bekas gudang senjata menjadi satu-satunya penanda perjuangan itu, dibangun oleh Komunitas Tjilatjap History. Sementara Lapangan di sekitar lokasi diberi nama Lapangan Kusaeri oleh LANAL Cilacap, sebagai bentuk penghormatan terbatas atas jasanya.

Pahlawan Sukardjo Wiryopranoto dan John Lie

Thomas juga menyoroti dua tokoh besar yang seolah lenyap dari ingatan masyarakat Cilacap. Mereka adalah Sukardjo Wiryopranoto dan Mayor John Lie.

Sukardjo, yang lahir di Kesugihan, Cilacap, dikenal sebagai Duta Besar Indonesia untuk PBB dan pejuang kembalinya Irian Barat ke pangkuan Republik. “Namun apa daya, sekadar nama jalan atau ruang publik di Cilacap pun tidak ada sama sekali,” kata Thomas.

Baca juga  Inovasi Organisasi dalam Bidang Pendidikan

Sementara Mayor John Lie, pahlawan nasional yang berjasa dalam membersihkan ranjau di Pelabuhan Cilacap dan menyelundupkan senjata untuk perjuangan kemerdekaan, juga belum diabadikan jejaknya di tanah kelahiran perannya itu.

Jangan Biarkan Semangat Nasionalisme Terkubur Bersama Lupa

Bagi Thomas, fenomena ini harus menjadi peringatan bersama. “Masih banyak jejak-jejak lain yang telah hilang. Kepedulian masyarakat dan sikap tidak tinggal diam dari pemerintah daerah sangat diharapkan,” tegasnya.

Ia menekankan, menjaga memori sejarah bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga bagian dari menanamkan semangat nasionalisme bagi generasi penerus.

“Jangan sampai memori kolektif sejarah bangsa lenyap bersama hilangnya semangat nasionalisme generasi muda,” pungkas Thomas.

TAG:Hari Pahlawan 2025John LieKusaeri GumilirPahlawan CilacapPahlawan Lokal CilacapSejarah CilacaSejarawan CilacapSukardjo WiryopranotoTjilatjap History
Artikel Sebelumnya Komunitas Perupa Blarak Komunitas Perupa Blarak Purbalingga Pamerkan 45 Karya Lukis dan Batik
Artikel Selanjutnya Ari Nugroho, Owner Dejarumi Purwokerto Banyumas, saat melatih sejumlah difabel menjahit. Kisah Dejarumi, Dompet dan Tas Karya Menyulap Limbah Menjadi Berkah
ISRA MIRAJ
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Cilacap, Hari Winarno memberikan keterangan terkait percepatan tender. (Faiz Ardani).
Cilacap

Pemkab Cilacap Kebut Lelang Proyek 2026, PBJ Jemput Bola ke OPD

Oleh Faiz Ardani
imigrasi cilacap
Cilacap

Imigrasi Cilacap Deportasi WN Taiwan, Overstay Lebih 60 Hari

Oleh Faiz Ardani
Wisata cilacap
CilacapPlesiran

Jelajahi Wisata Cilacap Gratis Tiket Masuk, Destinasi Alam Eksotis Tanpa Biaya

Oleh Kurnia
Wijayakusuma fc
CilacapOlahraga

Laga Wijayakusuma FC vs Persibat Diundur

Oleh Djamal SG
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?