Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Purbalingga > Pahit Rasanya Manis Harganya, Profesi Petani Kopi Dilirik Anak Muda Purbalingga
Purbalingga

Pahit Rasanya Manis Harganya, Profesi Petani Kopi Dilirik Anak Muda Purbalingga

Budi Pekerti
Terakhir diperbarui: 22 November 2025 16:05
Budi Pekerti
Membagikan
Profesi Petani Kopi Dilirik anak muda Purbalingga
Petani kopi bersama tanaman kopi di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga yang siap dipanen. (Foto :Budi Pekerti)
Membagikan

Petani kopi  menjadi profesi yang mulai dilirik anak muda  Kabupaten Purbalingga Pasalnya harga komoditas itu saat ini tak sepahit rasanya. Bahkan  terus naik di pasaran saat panen raya.

Sejumlah petani kopi di Purbalingga yang tergabung dalam Komunitas Petani Kopi Purbalingga (Kompak) mengungkapkan hal tersebut saat acara Rembug Kopi bekerjasama dengan Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Jumat (21/11) di Gasebo P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya) Sawah Gunung, Desa/Keca,atan karanganyar, Purbalingga, Jumat (21/11/2025).
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinpertan Ir Prayitno, M.Si, Penasehat Kompak DR Indaru Setyo Nurprjo, S.IP, MA, Pegiat kopi Purbalingga yang kini tinggal di Jakarta, Hapsoro Paripurno, Kabid Sumberdaya Manusia dan Binas Usaha (SDM Binus)  Dinpertan Purbalingga, Suyitno, S.St, dan para petani kopi anggota Kompak.

Harga Kopi Naik

Rusdi petani kopi asal Desa Gondang, Kecamatan Karangreja mengungkapkan, harga kopi yang terus membaik dirasakan petani dalam dua tahun terakhir ini. Rusdi menyebut, saat ini harga per kilogram kopi petik merah berkisar Rp 75 ribu – 80 ribu, harga kopi petik Jotos (Ijo Atos ; hijau keras) antara Rp 55 ribu – Rp 65 Ribu.

Baca juga  Guru SD Purbalingga Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Pandanarum di Hari Guru Nasional

“Dulu saat harga kopi hanya berkisar Rp 18 ribu – Rp 20 ribu, petani kecewa. Bahkan ada yang membabat tanaman kopinya dengan tanaman kapulaga yang saat itu harganya lebih bagus. Saat ini, petani sudah mulai menanam kembali tanaman kopi yang mudah-mudahan makin baik harganya,” harap Rusdi.

Petani lain, Kusnoto dari Desa Jingkang, Kecamatan Karangjambu juga mengungkapkan hal yang sama.  “Saat ini petani kopi sangat bersemangat. Bahkan anak-anak muda mulai beralih jadi petani kopi. Kami membutuhkan bibit kopi seberapapun jumlahnya, kamis siap menanam, oleh karenanya kami mohon Pemerintah melalui Dinas Pertanian bisa mendukung para petani kopi yang sedang semangat,” katanya.

Tikno, petani kopi dari Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja yang juga memproduksi kopi khas Gunung Slamet dengan merk ‘Mount Slamet Coffe’ juga mengungkapkan hal yang sama. Saat musim panen lalu, harga kopi robusta mencapai Rp 75 ribu-Rp 80 ribu. Bahkan, kopi Arabika greenbean mencapai Rp 150 ribu per kilonya.

Petani Kopi Siapkan Produksi Hingga Pasca Panen

Pegiat Kopi Purbalingga, Hapsoro Paripurno mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan konsep mulai dari produksi hingga pasca panen dan hilirisasi yang disebutnya dengan ‘Mempertautkan Kopi, Kita, dan Bumi’. “Konsep inisiatif kolaboratif yang menjadikan kopi sebagai organic interface, medium penghubung antara manusia dan bumi. Konsep ini menghadirkan narasi multikanal tentang keberlanjutan melalui tur, pameran, riset, seni, media, dan pengalaman konsumsi kopi yang reflektif,” kata Rio panggilan akrab Hapsoro yang juga memproduksi kopi dengan merk ‘Kopi PBG’.

Baca juga  Perjuangkan Peningkatan Kesejahteraan, Guru Madrasah Purbalingga Mengadu ke Presiden Prabowo 

Dijelaskan Rio, misi yang ingin dicapai dari konsep ini yakni meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya kopi berkelanjutan. Kemudian mendorong praktik ramah lingkungan dan keadilan dalam rantai nilai kopi, menghadirkan ruang kolaborasi lintas sektor (petani, akademisi, seniman, barista, komunitas, pemerintah).

“Melalui konsep ini, kami ingin menaikan nilai jual kopi antara 2- – 30 persen,” kata Rio sembari menambahkan, pihaknya terus mendorong keberadaan kopi Purbalingga lewat  membangun jejaring dengan para pengusaha di Jakarta, akademisi dan dengan Direktur Hilirisasi Perkebunan Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri.

Petani Kopi Kolaborasi dengan Pemdes

Penasehat Kompat Indaru mendorong para petani kopi untuk berkolaborasi dengan Pemdes setempat khususnya yang mendapat hak pengelolaan hutan untuk kesejahteraan seperti di Desa Ponjen kecamatan Karanganyar, dan Desa Tanalum Kecamatan Rembang. “Lahan hutan tersebut, bisa juga digunakan untuk tanaman jenis kopi. Harapannya, tentu dapat menaikan kesejahteraan petani kopi dan juga mendukung upaya konservasi,” kata dosen Fisipol Unsoed Purwokerto ini.

Sementara itu Kepala Dinpertan Purbalingga, Prayitno mengungkapkan, luas areal tanaman kopi jenis robusta di Purbalingga 1.682 hektar dengan produksi rata-rata 188,3 kilogram per hektar. Sedang kopi arabika tercatat seluas 98 hektar dengan produksi rata-rata per hektar 130,5 kilogram per hektar. “Pemkab Purbalingga melalui Dinpertan, siap berkolaborasi dengan para petani kopi. Dinpertan juga memiliki lahan kopi di Desa Cendana seluas 1,9 hektar yang siap untuk sarana demplot ataupun kerjasama untuk peningkatan kapasitas petani kopi,” imbuhnya.

Baca juga  Inovasi Polantas Menyapa, Layanan SIM Keliling Hari Ini Hadir di Kecamatan Bobotsari

 

 

TAG:harganya naikkopi purbalinggapetani kopipetani kopi muda
Artikel Sebelumnya Rutan Bersinar Mantapkan Program Rutan Bersinar, Rutan Banjarnegara Gandeng Polres dan BNNK Purbalingga
Artikel Selanjutnya Pembinaan Mualaf MUI dan Baznas Banjarnegara Dorong Pembentukan Rumah Pembinaan Mualaf Lewat Halaqah
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Cartoon Village Direja
BeritaPurbalingga

Cartoon Village Direja, Desa Kartun Pertama Indonesia Yang Jadi Magnet Wisata Baru di Purbalingga

Oleh Budi Pekerti
Ketua DPRD Purbalingga HR Bambang Irawan Bupati menandatangani persetujuan bersama Raperda APBD tahun 2026, di rapat paripurna DPRD Purbalingga, Jumat (28/11/2025). (Foto :Prokopim Setda Purbalingga).
Purbalingga

Pemkab dan DPRD Purbalingga Setujui Raperda APBD Purbalingga 2026 

Oleh Budi Pekerti
Bupati Fahmi
BeritaPurbalingga

Alun-alun Purbalingga Tetap Steril PKL, Bupati Fahmi Beri Solusi Ini

Oleh Budi Pekerti
Pedagang Purbalingga Food Centre sepi
BeritaPurbalingga

Puluhan Pedagang PFC Ancam Pindah ke Alun-Alun Purbalingga

Oleh Budi Pekerti
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?