Banjir Cilacap Terjang 3 Kecamatan, Ribuan Warga Terdampak. Curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Sedikitnya tiga kecamatan, yakni Kroya, Bantarsari, dan Wanareja, dilaporkan terdampak serius hingga membuat ratusan warga mengungsi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan, menjelaskan bahwa banjir terjadi sesuai prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG.
“Debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman. Di beberapa lokasi, air sempat surut namun kembali naik akibat hujan deras,” ujar Budi dalam laporan resmi, Selasa (25/11/2025).

Banjir Kroya: Rumah Terendam Hingga 40 Rumah Tergenang
Wilayah paling terdampak berada di Desa Mujur dan Desa Gentasari.
- 83 KK / 289 jiwa terdampak
- Ketinggian air: 10–60 cm
- Beberapa rumah terendam hingga 20–50 cm
- Kondisi sempat surut lalu kembali tergenang
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, dan pemantauan masih dilakukan oleh UPTD PKBD Kroya.

Banjir Bantarsari: Genangan Tembus 130 cm, Warga Mengungsi
Di Dusun Cikerang, tingginya luapan Sungai Cimeneng membuat:
- 106 KK / 323 jiwa terdampak
- Ketinggian air mencapai 80–130 cm
- Warga mulai mengungsi ke tempat aman
Budi menyebut bantuan telah didistribusikan ke warga terdampak. “Kami mengirim perahu evakuasi, mendirikan tenda dapur umum, dan membersihkan sumbatan sungai bersama BBWS Citanduy,” tegasnya.

Wanareja: Dampak Terluas Mencapai 1.100 Rumah
Titik terparah terjadi di Desa Sidamulya, Tarisi, dan Madura:
- 1.041 KK / 2.085 jiwa terdampak
- Di beberapa rumah air mencapai 5–70 cm
- Ratusan jiwa mengungsi ke rumah keluarga
Alat berat sudah dikerahkan untuk mempercepat penyurutan air. Kapala Pelaksana BPBD Cilacap juga meninjau lokasi langsung.
“Debit Sungai Citanduy dan Cikawung masih tinggi. Kami fokus pada evakuasi dan bantuan logistik,” tutur Budi.
Upaya Penanganan
Pemantauan dan asesmen BPBD
Pendistribusian perahu, logistik, dan obat-obatan
Koordinasi lintas unsur: Polsek, Koramil, BBWS, Pemdes.





