Sifat malas dalam ibadah adalah penyakit hati yang sering muncul tanpa disadari. Allah menyebut orang munafik malas dalam shalat, sementara orang beriman penuh semangat (QS. An-Nisa: 142). Ini menunjukkan bahwa kemalasan bukan sekadar masalah fisik, tetapi masalah iman. Maka langkah pertama mengatasinya adalah memahami bahayanya. Berikut adalah cara menghilangkan sifat malas dalam ibadah.
1. Memperkuat Niat
Niat yang lurus membuat hati memiliki alasan kuat untuk beribadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan tergantung niatnya, sehingga niat yang kokoh menghilangkan beratnya langkah. Orang yang tahu tujuan ibadah akan melawan rasa malas dengan lebih mudah.
2. Memperbaiki Lingkungan.
Teman yang malas beribadah membuat kita ikut malas, sementara teman yang rajin akan menguatkan kita. Nabi SAWmengumpamakan teman yang baik seperti penjual parfum yang menularkan kebaikan. Lingkungan yang baik adalah vitamin bagi semangat ibadah.
3. Memulai dari Amalan kKecil tetapi Konsisten.
Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit. Kemalasan sering muncul karena ingin langsung melakukan ibadah besar tanpa pembiasaan. Mulailah dari hal sederhana seperti shalat tepat waktu atau membaca satu halaman Al-Qur’an.
Konsistensi kecil akan melahirkan kebiasaan besar. Ketika hati terbiasa dengan ibadah ringan, ia akan mudah menerima ibadah yang lebih berat. Para ulama mengatakan bahwa kebiasaan baik adalah penjaga dari rasa malas. Kekuatan istiqamah lahir dari langkah kecil yang dilakukan setiap hari.
4. Menjauhi Dosa-dosa Kecil.
Dosa membuat hati berat untuk beribadah, sebagaimana dijelaskan Ibnul Qayyim bahwa maksiat menggelapkan hati. Semakin gelap hati, semakin sulit ia menerima cahaya ibadah. Membersihkan dosa akan menghidupkan kembali semangat.
Meminta ampunan adalah cara paling cepat menghidupkan hati. Istighfar membuat dada lapang dan pikiran jernih. Allah berjanji memberi ketenangan bagi hamba yang bertaubat. Hati yang bersih akan lebih mudah mencintai ibadah.
5. Memperbanyak Doa agar Dijauhkan dari Rasa Malas
Nabi SAW sendiri berdoa agar dilindungi dari sifat malas dalam doa yang sangat masyhur. Jika Nabi yang maksum saja memohon perlindungan dari malas, apalagi kita. Doa membuka kekuatan baru dalam diri.
6. Mengingat Kematian
Banyak ulama mengatakan bahwa mengingat mati melembutkan hati dan menghidupkan ibadah. Ketika sadar hidup ini singkat, rasa malas pun akan luntur. Ingatan bahwa setiap napas bisa jadi napas terakhir akan mendorong kita bersegera.
Menghadiri majelis ilmu juga sangat membantu menghidupkan semangat. Ilmu menambah keyakinan, dan keyakinan menghilangkan kemalasan. Rasulullah SAW menyebut majelis ilmu sebagai taman-taman surga. Siapa yang sering duduk di majelis ilmu, semangat ibadahnya otomatis meningkat.
7. Memperhatikan Kesehatan Tubuh
Tubuh yang lemah membuat ibadah terasa berat, sehingga menjaga makan dan istirahat adalah bagian dari ibadah. Umar bin Khattab pernah berkata, “Jangan kalian matikan hati dengan terlalu kenyang.” Fisik yang sehat memudahkan jiwa untuk beribadah dengan ringan.
Kemalasan sering kali muncul karena hati jauh dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah cahaya, dan cahaya ini menghidupkan energi ruhani. Membaca Al-Qur’an setiap hari walau sedikit membuat hati kuat menghadapi rasa malas. Semakin sering berinteraksi dengannya, semakin hidup rasa cinta kepada Allah.
Setiap langkah yang dilakukan akan terasa sulit di awal. Namun jika terus dijalankan, hati akan terbiasa dan merindukan ibadah. Allah tidak melihat besar kecilnya amal, tetapi keikhlasan dan kesungguhan hamba. Semangat ibadah adalah hasil dari usaha dan pertolongan Allah.
Sifat malas dalam ibadah dapat dikalahkan dengan tekad, doa, dan kedekatan dengan Allah. Semakin dekat seseorang kepada Rabb-nya, semakin ringan langkahnya menuju kebaikan. Ibadah bukan lagi beban, tetapi kebutuhan hati. Orang yang menghilangkan malas akan merasakan manisnya iman.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





