PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan menggelar pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi calon pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kegiatan yang difasilitasi Disperindagkop UKM Banjarnegara ini diikuti sebanyak 135 peserta dari berbagai wilayah. Pelatihan dibagi dalam tiga gelombang, masing-masing berisi 45 orang.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 21 April 2026, dengan materi teori dan praktik yang aplikatif.
Kepala Disperindagkop UKM Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan, terutama dalam aspek keuangan.
“Pengurus koperasi harus bekerja secara disiplin, transparan, dan akuntabel. Administrasi harus tertib, pencatatan harus jujur, dan setiap pengelolaan dana harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Adi juga mengajak para peserta untuk berani memulai dan mengembangkan di wilayah masing-masing. Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.
“Jangan takut untuk memulai. Apa yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat di masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, peluang pengembangan koperasi desa masih sangat terbuka luas. Dengan manajemen yang baik, koperasi dapat tumbuh menjadi pilar ekonomi lokal yang kuat.
“Pasar desa itu luas. Jika dikelola dengan baik, potensinya sangat besar,” tegasnya.
Penguasaan Akuntansi Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman dasar akuntansi hingga praktik penyusunan laporan keuangan sederhana yang dapat langsung diterapkan.
Narasumber pelatihan, Sri Wijayanti Natalia Ningrum, menekankan bahwa penguasaan akuntansi menjadi kunci dalam menjaga transparansi pengelolaan keuangan.
“Pengurus, khususnya bendahara, harus benar-benar memahami penyusunan laporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan dana,” jelasnya.
Menurutnya, laporan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai dasar dalam pengambilan keputusan usaha.
“Dari laporan keuangan, koperasi bisa melihat kondisi usaha dan menentukan langkah pengembangan ke depan,” imbuhnya.
Peserta Akui Pelatihan Praktis dan Mudah Dipahami
Salah satu peserta, Anggit, mengaku pelatihan ini sangat membantu, terutama bagi calon pengurus yang belum memiliki latar belakang akuntansi.
“Materinya mudah dipahami dan langsung praktik. Ini sangat membantu kami yang akan mengelola koperasi di desa,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Disperindagkop UKM Banjarnegara berharap para calon pengurus KDKMP mampu mengelola koperasi secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, sehingga memberi dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



