Dorong Pelestarian Ekosistem, Pramuka Peduli Tebar 2.000 Benih Ikan Nila di Tampomas

Nestya Zahra
Para Pramuka ini saat melakukan tebar benih di Tampomas. (dok. Kwarcab Banjarnegara)

SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Pramuka Peduli Kwartir Ranting Bawang bersama Kwartir Cabang Banjarnegara melaksanakan kegiatan tabur benih ikan nila di kawasan objek wisata Tampomas, Kecamatan Pagedongan.

Kegiatan yang melibatkan 13 anggota Pramuka ini menebar sekitar 2.000 ekor benih ikan nila yang dilepas ke Tampomas sebagai upaya pemulihan dan pengayaan ekosistem, sekaligus mendukung keberlanjutan manfaat ekologis dan potensi ekonomi masyarakat sekitar.

Ketua Bidang Pramuli Kwarcab Banjarnegara, Prihatin, menjelaskan bahwa penebaran benih ini bukan kegiatan seremonial semata, melainkan aksi nyata gerakan Pramuka dalam menjaga alam.

“Kami ingin melestarikan lingkungan, khususnya ekosistem perairan. Ikan nila dipilih karena cocok berkembang di air tenang dan banyak dikonsumsi masyarakat. Harapannya, kegiatan ini memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomis di masa depan,” kata Prihatin.

Dimulai dengan Apel, Ditutup dengan Edukasi dan Komitmen Lingkungan di Tampomas

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan, pengarahan mengenai teknis penebaran benih, serta pembekalan nilai-nilai konservasi kepada para peserta. Setelah itu, para anggota Pramuli bergiliran menebar benih ikan di area perairan Tampomas.

Baca juga  PMI Banjarnegara Berikan Kado Tanda Cinta

Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh antusiasme. Para peserta terlihat antusias karena kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga kesempatan belajar langsung mengenai pelestarian alam.

Prihatin menambahkan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membentuk karakter generasi muda yang peka terhadap isu lingkungan.

“Menjaga alam bukan hanya slogan. Harus diwujudkan melalui aksi nyata seperti ini. Harapan kami kegiatan ini bukan kegiatan tahunan yang berhenti di tataran seremonial, tetapi menjadi budaya dan inspirasi bagi organisasi lain,” katanya.

Kwarcab Banjarnegara berkomitmen menjadikan kegiatan tabur benih ini sebagai agenda rutin. Pada tahap berikutnya, program serupa direncanakan diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan pemulihan ekosistem perairan, termasuk sungai dan embung desa.

Selain menjaga biodiversitas air, program ini juga diharapkan membawa dampak jangka panjang berupa:

  • Peningkatan populasi ikan konsumsi
  • Perbaikan kualitas ekosistem air
  • Pertumbuhan ekonomi mikro berbasis perikanan
  • Peningkatan edukasi generasi muda tentang lingkungan

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan Pramuka tidak hanya fokus pada pendidikan karakter, tetapi juga mampu berperan dalam aksi lingkungan yang konkret dan berkelanjutan.

Baca juga  Warga Desa Klampok Jadikan Sayuran Sebagai Hadiah Agustusan

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!