Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > 2025, Ada 1.997 Warga Banjarnegara Alami Gangguan Jiwa
BanjarnegaraJateng

2025, Ada 1.997 Warga Banjarnegara Alami Gangguan Jiwa

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 14 November 2025 16:19
Syarif TM
Membagikan
Gangguan Jiwa
Bupati Banjarnegara saat menghadiri perngatan hari sehat jiwa sedunia. (dok.DKK Banjarnegara)
Membagikan

SELAMA tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Banjarnegara mencatat ada 1.997 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Angka ini menurun signifikan dibandingkan tahun 2023 dan 2024 yang masing-masing mencapai 2.697 kasus.

Contents
  • Fokus Penanganan Gangguan Jiwa dengan Promotif, Preventif, dan Kuratif
  • Komitmen Hapus Pasung dan Lawan Stigma
  • Isu Kesehatan Jiwa Jadi Sorotan Usai Kasus di Purbalingga

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Purwaningtyas, mengatakan, penurunan tersebut merupakan hasil penguatan layanan kesehatan jiwa di Puskesmas hingga rumah sakit daerah.

“Prevalensi gangguan jiwa tertinggi masih berasal dari depresi, ansietas, dan skizofrenia. Kami terus memperkuat upaya promotif, preventif, dan kuratif di seluruh fasilitas kesehatan,” katanya.

Fokus Penanganan Gangguan Jiwa dengan Promotif, Preventif, dan Kuratif

Dinkes menerapkan strategi penanganan bertingkat untuk memperbaiki layanan kesehatan jiwa:

  1. Upaya Promotif

– Edukasi pola asuh positif
– Pelatihan pertolongan pertama pada luka psikologis
– Penguatan literasi kesehatan mental

  1. Upaya Preventif

– Deteksi dini dan skrining rutin di puskesmas
– Pencegahan bunuh diri melalui pemantauan kelompok risiko
– Pelibatan keluarga dalam identifikasi gejala awal

  1. Upaya Kuratif

– Pengobatan intensif bagi pasien berat
– Eliminasi praktik pasung
– Sistem rujukan dan rujuk balik antara puskesmas dan rumah sakit

Baca juga  Ini Yang Diharapkan Bupati Saat Tinjau Uppo di Giritirta

Saat ini, terdapat tiga rumah sakit di Banjarnegara yang memiliki dokter spesialis kejiwaan, yakni RSUD Banjarnegara, RSI, dan RS Emanuel, sehingga memperkuat akses layanan bagi masyarakat.

“Pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit, kemudian didampingi puskesmas setelah kembali. Ini untuk memastikan pemulihan jangka panjang,” jelas dr. Hesti.

Komitmen Hapus Pasung dan Lawan Stigma

Dinkes Banjarnegara menegaskan komitmennya menghapus praktik pasung di masyarakat. Edukasi mengenai kesehatan jiwa terus digencarkan, terutama agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma terhadap ODGJ.

“Gangguan jiwa adalah penyakit medis yang bisa disembuhkan dengan dukungan dan penanganan yang tepat. Jangan lagi ada praktik pasung,” katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Abidin Achmad, menambahkan bahwa dukungan keluarga sangat berperan dalam pemulihan pasien.

“Jangan ada stigma, diskriminasi, atau perundungan. ODGJ bukan untuk dijauhi, tetapi didampingi agar kembali produktif,” ujarnya.

Isu Kesehatan Jiwa Jadi Sorotan Usai Kasus di Purbalingga

Perhatian masyarakat terhadap isu kesehatan mental meningkat setelah kasus penganiayaan berujung kematian oleh ODGJ di Kabupaten Purbalingga. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya deteksi dini dan pemantauan rutin.

Baca juga  Sumanto Sebut Wawasan Kebangsaan Tak Hanya Sekadar Hafalan Pancasila dan UUD 1945

“Kasus seperti di Purbalingga menunjukkan bahwa penanganan kesehatan jiwa tidak boleh berhenti pada pengobatan saja. Harus ada pendampingan keluarga dan keterlibatan lintas sektor,” kata Abidin.

Dinkes Banjarnegara berharap kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dapat memperkuat sistem kesehatan jiwa, sehingga angka ODGJ terus menurun dan risiko kekerasan bisa dicegah lebih awal.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegaragangguan jiwaKabupaten BanjarnegaraODGJ
Artikel Sebelumnya Kolam Cinta Kolam Cinta Petuguran Tawarkan Harga Khusus Setiap Jumat hingga Akhir 2025
Artikel Selanjutnya Warga terdampak pergerakan tanah di Desa Ketanda Kecamatan Sumpiuh Banyumas dievakuasi. (Foto ;Polsek Sumpiuh) Pergerakan Tanah di Desa Ketanda Banyumas, 32 Warga Dievakuasi
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Kampung konveksi
BanjarnegaraEkonomi

Tahukah Kamu, Kaos di Tanah Abang Ternyata Diproduksi dari Kampung Konveksi di Banjarnegara

Oleh Syarif TM
Longsor Pandanarum
Banjarnegara

BPBD Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Longsor Pandanarum Tetap Terpenuhi

Oleh Syarif TM
Juragan UMKM
Banjarnegara

Dorong Digitalisasi dan Branding Produk Lokal, Bupati Amalia Buka Juragan UMKM

Oleh Syarif TM
Pengajian Akbar
Banjarnegara

Khidmat dan Syahdu, Ribuan Warga Padati Pengajian Akbar UAS di Alun-alun Banjarnegara

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?