Ratusan anak muda dan pegiat lingkungan di Banjarnegara berkumpul untuk membedah buku kritis berjudul Reset Indonesia. Diskusi ini digelar oleh Serayu Network Indonesia di Kampung Ilmu Serayu Network, Banjarnegara, Sabtu (13/12/2025).
Acara yang bertajuk “Gen Z Membedah Buku Reset Indonesia” ini diikuti oleh pelajar dari SMAN 1 Purwareja Klampok, SMAN 1 Sigaluh, serta aktivis lingkungan setempat.
Diskusi ini menghadirkan langsung penulis buku, yaitu jurnalis Farid Gaban dan Benaya Harobu, bersama aktivis lingkungan lokal. Kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang dialog bagi generasi muda untuk memahami secara mendalam isu kebangsaan dan krisis lingkungan yang semakin mengancam.
Buku Reset Indonesia Ajakan Gen Z Ambil Peran
Dalam pemaparannya, Farid Gaban menegaskan bahwa Generasi Z (Gen Z) memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan. Ia menyebut, Reset Indonesia bukan hanya sekadar kritik, melainkan seruan untuk membangun kesadaran kolektif.
“Buku Reset Indonesia bukan hanya kritik, tetapi ajakan membangun kesadaran bersama. Gen Z harus menjadi generasi yang peduli, tidak apatis, dan berani mengambil peran dalam isu sosial, lingkungan, dan kebangsaan,” tegas Farid.
Senada dengan Farid, Benaya Harobu menekankan peran literasi sebagai fondasi perubahan. Menurutnya, membaca dan berdiskusi harus dilanjutkan dengan keberanian untuk menuliskan gagasan.
“Perubahan dimulai dari membaca, berdiskusi, lalu menuliskan kegelisahan dan harapan kita,” kata Benaya.
Ia juga menyoroti bagaimana kekuatan media sosial—yang sangat lekat dengan Gen Z—dapat dioptimalkan sebagai sarana efektif untuk menyuarakan kepedulian lingkungan dan membangun kesadaran publik.
Pertanyaan Sederhana, Diskusi Besar
Benaya mencontohkan, banyak hal sederhana yang seharusnya menjadi pertanyaan mendasar generasi saat ini, misalnya: “Mengapa air keran tidak bisa langsung diminum?”
“Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu sebenarnya membuka diskusi besar tentang lingkungan dan tata kelola sumber daya,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara, peserta juga disuguhi pemutaran film dokumenter yang menyoroti kerusakan lingkungan dan respons masyarakat terhadap kebijakan publik. Tayangan ini berhasil memantik diskusi kritis yang hidup di kalangan peserta.
Maman, Koordinator Serayu Network Banjarnegara, berharap acara ini dapat melahirkan generasi muda yang lebih literat, kritis, dan aktif dalam menjaga lingkungan.
“Gen Z harus lebih peduli, karena isu lingkungan dan kebangsaan ini adalah masa depan mereka sendiri,” pungkas Maman.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.







