Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kol. Inf Lukman Hakim, bersama Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara, Jumat (27/3/2026). Jembatan tersebut mulai difungsikan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Bupati Amalia Desiana mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, terutama TNI, dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri menjadi kunci percepatan pembangunan. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.
Amalia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas yang telah dibangun. “Merawat itu jauh lebih sulit daripada membangun,” kata dia.
Danrem, Kol.Inf Lukman Hakim menyebut program pembangunan jembatan dilatarbelakangi keprihatinan pemerintah pusat terhadap masih terbatasnya akses penghubung antarwilayah. Ia mengatakan ke depan akan dilakukan survei rutin untuk menentukan lokasi pembangunan jembatan berikutnya, dengan target dua unit setiap wilayah kabupaten.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut. “Mari kita rawat bersama agar masa pakainya panjang dan manfaatnya terus dirasakan,” ujarnya.
Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Letkol Nodeliamen Hulu, dalam laporannya mengatakan pembangunan jembatan berstruktur Armco itu dimulai pada 26 Februari 2026 dan telah rampung sesuai target. “Hari ini jembatan sudah dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas,” ujarnya.
Menurut Nodeliamen, di Kabupaten Banjarnegara terdapat dua jembatan yang dibangun melalui program tersebut, yakni jembatan gantung di Kecamatan Punggelan dan jembatan Armco di Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara. “Pembangunan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam memperlancar mobilitas warga serta menunjang perekonomian daerah,” katanya.
Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk membuka akses wilayah yang sebelumnya terhambat.
Seorang warga Desa Gununggiana, Destri Sarah, mengaku terbantu dengan keberadaan jembatan tersebut. Akses menuju kebun dan distribusi hasil panen menjadi lebih mudah, terutama saat musim panen salak. “Sekarang aktivitas sehari-hari lebih lancar, termasuk mengangkut hasil kebun,” kata dia.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



