Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Harga Cabai Terjun Bebas, Biaya Produksi Tak Tertutup Petani Merugi Hingga Jutaan Rupiah
BanjarnegaraEkonomi

Harga Cabai Terjun Bebas, Biaya Produksi Tak Tertutup Petani Merugi Hingga Jutaan Rupiah

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 20 Januari 2026 13:28
Syarif TM
Membagikan
Nasib petani usai harga cabai anjlok
Petani Banjarnegara saat memanen cabai di tengah penurunan harga cabai di pasaran. (Syarif/SB)
Membagikan

HARAPAN petani cabai di Kabupaten Banjarnegara untuk meraih keuntungan pupus sudah setelah harga cabai di pasaran induk Banjarnegara terjun bebas. Harga cabai yang sebelumnya sempat menyentuh Rp70 ribu per kilogram, kini anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram di tingkat petani.

Contents
  • Panen Melimpah, Pasar Tak Mampu Menyerap
  • Petani Mengeluh, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah
  • Atasi Harga Cabai, DPRD Dorong Intervensi Pasar dan Solusi Jangka Panjang
  • Petani Khawatir Tak Punya Modal Tanam Berikutnya

Penurunan harga yang tajam ini membuat petani mengalami kerugian besar, bahkan mencapai puluhan juta rupiah hanya dalam satu musim tanam. Kondisi tersebut semakin menekan petani karena biaya produksi cabai tergolong tinggi, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga obat-obatan pertanian yang harganya terus naik.

Panen Melimpah, Pasar Tak Mampu Menyerap

Anjloknya harga cabai tidak lepas dari pola tanam serentak yang dilakukan petani. Akibatnya, pasokan cabai di pasaran melimpah dalam waktu bersamaan, sementara daya serap konsumen tidak mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga  Persibara Banjarnegara Siap Jajal PPSM Magelang dalam Laga Uji Coba

Selain harga yang jatuh, petani juga menghadapi persoalan serius berupa penurunan produktivitas tanaman. Jika sebelumnya hasil panen per pohon cukup tinggi, kini petani hanya mampu memanen sekitar dua hingga tiga ons per pohon.

Rendahnya produktivitas tersebut disebabkan oleh serangan hama dan penyakit tanaman, seperti fusarium, daun keriting, bercak daun, dan gangguan lainnya yang memperparah kondisi tanaman cabai.

Petani Mengeluh, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Salah seorang petani cabai, Trio, asal Desa Kutayasa, Kecamatan Bawang, mengaku terpukul dengan kondisi harga cabai saat ini. Menurutnya, harga jual yang rendah sangat tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan selama masa tanam.

“Harga cabai sekarang cuma Rp17 ribu, bahkan turun lagi jadi Rp15 ribu per kilo. Padahal harga pupuk dan obat-obatan mahal,” ujarnya.

Trio menyebut, agar petani tidak merugi, harga cabai seharusnya berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Ia mengaku mengalami kerugian hingga Rp30 juta akibat anjloknya harga cabai pada musim panen kali ini.

Baca juga  Tingkatkan Keamanan, Polres Banjarnegara Gelar Patroli Skala Besar

“Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, petani bisa kehabisan modal untuk tanam berikutnya,” katanya.

Atasi Harga Cabai, DPRD Dorong Intervensi Pasar dan Solusi Jangka Panjang

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Banjarnegara, Djarkasi, mengatakan turunnya harga cabai merupakan dampak dari melimpahnya pasokan akibat pola tanam serentak.

“Sesuai hukum pasar, ketika barang melimpah, harga pasti turun. Sebelumnya harga cabai sempat Rp70 ribu per kilogram, sekarang jatuh menjadi Rp15 ribu,” katanya.

Djarkasi menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan ini dan mendorong adanya langkah konkret, baik melalui intervensi pasar maupun kebijakan jangka panjang, agar harga cabai kembali stabil dan petani tidak terus dirugikan setiap musim panen.

Petani Khawatir Tak Punya Modal Tanam Berikutnya

Para petani berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan. Mereka meminta adanya stabilisasi harga, pengaturan pola tanam, hingga penguatan akses pasar agar hasil panen petani memiliki nilai jual yang layak.

Jika tidak ada langkah nyata, petani khawatir tidak memiliki cukup modal untuk memulai masa tanam berikutnya, yang pada akhirnya bisa mengancam keberlanjutan sektor pertanian cabai di Banjarnegara.

Baca juga  Bupati dan KPU Banjarnegara Teken Nota Kesepakatan Sinergi Penyelenggaraan Pemilu

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

TAG:Harga cabaipetani
Artikel Sebelumnya D'Bonkeh pass Menjelajah D’Bonkeh Pass, Pesona Wisata Alam Hidden Gem di Ujung Barat Cilacap
Artikel Selanjutnya kereta api Imbas Cuaca Ekstrem, Ini Daftar Kereta Api di Wilayah Purwokerto yang Batal Beroperasi
ISRA MIRAJ

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Sekda Jateng saat memberikan materi terkait Ramadan 2026
EkonomiJateng

Jelang Ramadan 2026, Pemprov Pastikan Harga Pangan Stabil di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Oleh Nestya Zahra
Infrastruktur menjadi fokus pembahasan FKD
Banjarnegara

Infrastruktur Penopang Pendidikan dan Pariwisata Jadi Fokus RKPD Banjarnegara 2027

Oleh Syarif TM
penyerahan tanah hibah untuk layanan publik
Banjarnegara

Pemkab Banjarnegara Hibahkan Lahan 750 Meter Persegi untuk Gedung BPKB, Layanan Publik Diproyeksikan Lebih Cepat

Oleh Syarif TM
penandatanganan zona integritas
Banjarnegara

Rutan Banjarnegara Deklarasikan Komitmen Zona Integritas, Target WBK–WBBM 2026

Oleh Syarif TM
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?