MANTAN pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, melakukan kunjungan ke Kabupaten Banjarnegara selama dua hari, 24–25 Maret 2026. Dalam agenda tersebut, ia menyambangi sejumlah sekolah dan Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk melihat langsung sistem pembinaan usia dini.
Selain turun langsung ke lapangan, Indra Sjafri juga menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Askab PSSI Banjarnegara, KONI Banjarnegara, serta para pelatih SSB setempat guna membahas pengembangan sepak bola daerah.
“Kunjungan ini untuk melihat bagaimana sistem pembinaan usia dini berjalan, sekaligus berdiskusi terkait program pengembangan yang bisa diterapkan ke depan,” ujarnya.
Indra Sjafri Yakin Banyak Talenta Muda dari Daerah
Indra Sjafri meyakini bahwa Banjarnegara memiliki potensi besar dalam melahirkan pesepak bola berbakat. Hal ini, menurutnya, terbukti dengan lahirnya pemain tim nasional seperti Syahrian Abimanyu dan Ilham Rio Fahmi yang berasal dari daerah tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemain dari desa memiliki peluang yang sama untuk berprestasi di level nasional, asalkan didukung dengan pembinaan yang tepat.
“Saya juga berasal dari desa, jadi saya tahu betul potensi besar yang dimiliki anak-anak di daerah. Jangan minder, yang penting terus berlatih dan didukung pelatih yang kompeten,” katanya.
Ia juga mencontohkan keberhasilan generasi Evan Dimas bersama Timnas U-19 yang sukses meraih prestasi di tingkat Asia Tenggara sebagai bukti bahwa pembinaan yang baik dapat melahirkan pemain berkualitas.
Fokus Cetak Pelatih Berlisensi dan Sistem Pembinaan
Ketua Askab PSSI Banjarnegara, I Putu Dody, menyampaikan bahwa hasil pertemuan dengan Indra Sjafri menghasilkan sejumlah poin penting, terutama dalam penguatan pembinaan usia dini.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas pelatih melalui program pelatihan berlisensi dan coaching clinic bagi pelatih SSB.
“Pelatih menjadi kunci utama, karena metode latihan untuk usia dini berbeda dengan pemain senior. Ini harus benar-benar dipahami,” ujarnya.
Ke depan, Askab PSSI Banjarnegara juga akan mengembangkan sistem kompetisi usia dini, membangun sentra pembinaan di tiap kecamatan, serta memperkuat pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.
KONI: Pembinaan Dini Jadi Kunci Prestasi
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menyambut positif langkah kolaborasi antara Askab PSSI dan Indra Sjafri dalam membangun sepak bola daerah.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini menjadi peluang besar dalam mencetak atlet berprestasi, asalkan didukung dengan sistem dan metode yang tepat.
“Banjarnegara punya potensi besar di sepak bola. Ini sudah terbukti dengan adanya pemain daerah yang bisa menembus tim nasional,” katanya.
Dorong Banjarnegara Jadi Lumbung Talenta Sepak Bola
Kunjungan Indra Sjafri menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola di Banjarnegara. Sinergi antara pelatih, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, Banjarnegara berpeluang menjadi salah satu lumbung talenta muda sepak bola nasional di masa depan.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



