Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Banjarnegara > Tahukah Kamu, Kaos di Tanah Abang Ternyata Diproduksi dari Kampung Konveksi di Banjarnegara
BanjarnegaraEkonomi

Tahukah Kamu, Kaos di Tanah Abang Ternyata Diproduksi dari Kampung Konveksi di Banjarnegara

Syarif TM
Terakhir diperbarui: 30 November 2025 15:03
Syarif TM
Membagikan
Kampung konveksi
Dua desa di Banjarnegara ini menjadi sentra konveksi, bahkan dua desa ini menjadi kampung konveksi dan menjadi suplayer di pasar Tanah Abang. (dok.kominfo)
Membagikan

SIAPA yang pernah menyangka, kaos dan pakaian yang berjajar di Tanah Abang, toko online, hingga pasar pakaian di berbagai kota Indonesia, ternyata berasal dari desa kecil di Banjarnegara. Tepatnya dari dua desa di Kecamatan Pagedongan, yakni Desa Kebutuhduwur dan Desa Kebutuhjurang, wilayah yang kini dikenal sebagai “sentra konveksi rumahan atau kampung konveksi terbesar di Banjarnegara.”

Contents
  • Diproduksi Desa, Dijual Nasional Bahkan Tembus Malaysia
  • Kampung Konveksi, Ekonomi Desa Bangkit

Begitu memasuki kawasan ini, gemuruh suara mesin jahit terdengar saling bersahutan dari sudut ke sudut desa. Sepanjang jalan, halaman rumah warga berubah menjadi bengkel produksi. Dari rumah sederhana hingga bangunan megah, aktivitas menjahit berlangsung tanpa henti, siang dan malam.

Hampir seluruh warga terlibat. Ada yang menjahit, mengobras, menyetrika, memberi label, hingga melakukan proses packing. Para pekerja lintas usia duduk berdampingan, sambil sesekali bersenda gurau di antara tumpukan kain yang menunggu giliran jahit.

Diproduksi Desa, Dijual Nasional Bahkan Tembus Malaysia

Aris, salah satu pelaku usaha konveksi di Desa Kebutuhduwur, mengungkapkan bahwa para pelaku usaha di dua desa ini mayoritas bekerja sebagai mitra vendor dari Jakarta. Bahan kain, pola, label, hingga aksesori datang dari Ibu Kota, sementara proses produksi dilakukan di Banjarnegara.

Baca juga  Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Rakit Alami Muntah dan Mual

“Kami hanya produksi. Setelah jadi, semuanya dikirim kembali ke Jakarta, lalu dari sana masuk pasar Tanah Abang atau dikirim ke berbagai daerah. Ada juga yang sampai Malaysia,” katanya.

Volume produksi pun bukan angka kecil. Dalam kondisi normal, pengiriman dilakukan tiga kali dalam seminggu. Dalam sekali keberangkatan, setidaknya ada lima truk penuh, setara dengan sekitar 90 ribu potong kaos. Maka tak heran jika saat ini dua wilayah tersebut menjadi kampung konveksi terbesar di Banjarnegara.

Jika dihitung dalam sepekan, desa yang sudah menjadi kampung konveksi ini bisa menghasilkan ratusan ribu potong pakaian.

Dulu Mengandalkan Kapulaga, Kini Konveksi Jadi Penopang Ekonomi

Aris bercerita, sebelum industri garmen berkembang, mayoritas warga kampung konveksi ini menggantungkan hidup pada pertanian, terutama tanaman kapulaga. Namun cuaca yang tak menentu membuat pemasukan tidak stabil.

Musim hujan menjadi kendala utama karena kapulaga sulit dikeringkan, sehingga hasil panen tidak selalu dapat dijual sesuai harapan.

“Alhamdulillah, dengan adanya usaha konveksi ini, kebutuhan keluarga lebih terjamin. Banyak yang bahkan bisa menabung,” ujarnya.

Baca juga  Ada Kirab Tenong dan Tukar Takir di Tradisi Suranan Warga Kemranggon

Kampung Konveksi, Ekonomi Desa Bangkit

Industri konveksi di dua desa ini bukan sekadar usaha sampingan, tetapi telah menjadi denyut nadi perekonomian lokal. Bahkan rumah-rumah warga di kampung konveksi ini berubah menjadi mini pabrik. Generasi muda pun memilih bertahan di desa dibanding merantau, karena peluang kerja sudah tersedia.

Dari sinilah lahir produk yang dipakai ribuan orang, mungkin kita salah satunya, tanpa pernah mengetahui kisah di balik jahitannya.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:berita banjarnegaraKampung konveksiseputar banyumas
Artikel Sebelumnya Persibas Persibas vs Persik, Ini 13 Larangan untuk Penonton
Artikel Selanjutnya Persibas Persibas vs Persik Berakhir 0-0
Caps academy
Caps
IMG-20251124-WA0000

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Longsor Pandanarum
Banjarnegara

BPBD Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Longsor Pandanarum Tetap Terpenuhi

Oleh Syarif TM
Juragan UMKM
Banjarnegara

Dorong Digitalisasi dan Branding Produk Lokal, Bupati Amalia Buka Juragan UMKM

Oleh Syarif TM
Pengajian Akbar
Banjarnegara

Khidmat dan Syahdu, Ribuan Warga Padati Pengajian Akbar UAS di Alun-alun Banjarnegara

Oleh Syarif TM
Raperda apbd cilacap 2026
CilacapEkonomi

Anggaran dari Pemerintah Pusat Dipotong Rp 393 M, Ini Rincian Kegiatan di Cilacap yang Dipangkas di 2026

Oleh Redaksi
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?